
Umat Tionghoa saat beribadah merayakan Imlek 2025 di Klenteng Sanggar Agung, Surabaya. (Ahmad Khusaini/Jawa Pos)
JawaPos.com – Perayaan tahun baru imlek selalu identik dengan kemeriahan, kebersamaan, dan harapan baru.
Di balik lampion merah, kue keranjang, serta angpao, imlek menyimpan nilai emosional yang sangat kuat, terutama bagi hubungan keluarga.
Tak sekadar ritual turun-temurun, tradisi imlek juga terbukti berdampak positif terhadap kesehatan mental.
Di berbagai negara, tradisi Imlek dirayakan dengan cara yang beragam. Namun, esensinya tetap sama, yakni membangun koneksi emosional, menjaga nilai budaya, serta menumbuhkan rasa syukur.
Aktivitas bersama keluarga menjadi kunci utama agar perayaan Imlek terasa lebih hangat dan bermakna.
Penelitian dalam journal of family psychology menyebutkan bahwa ritual keluarga dapat meningkatkan kedekatan emosional, menurunkan stres, serta memperkuat rasa aman psikologis.
Melansir dari laman YourTango pada Kamis (22/01), menyebutkan empat tradisi tahun baru imlek yang bukan hanya seru, tetapi juga sarat makna dan wajib anda coba bersama keluarga.
Makan malam menjelang imlek menjadi momen paling dinantikan. Hidangan simbolis seperti ikan, mie panjang umur, dan pangsit dipercaya membawa keberuntungan dan kemakmuran.
Lebih dari sekadar makan, kegiatan ini menjadi ruang berbagi cerita, tawa, serta refleksi perjalanan hidup selama setahun terakhir.
Kehangatan yang tercipta mampu mempererat ikatan emosional, sekaligus menumbuhkan rasa memiliki dalam keluarga.
Membersihkan rumah sebelum imlek dipercaya membuang energi negatif dan membuka pintu keberuntungan baru.
