Logo JawaPos
Author avatar - Image
21 Januari 2025, 19.19 WIB

Orang yang Terlalu Dipuji Saat Kecil Kerap Punya 8 Sifat Kepribadian Ini Ketika Dewasa Menurut Psikologi, Apa Saja?

Ilustrasi perempuan dengan kepribadian yang terlalu dipusi saat kecil menurut psikologi - Image

Ilustrasi perempuan dengan kepribadian yang terlalu dipusi saat kecil menurut psikologi

JawaPos.com – Psikologi menunjukkan bahwa pengalaman masa kecil, termasuk menerima terlalu banyak pujian, dapat membentuk kepribadian seseorang saat dewasa. Orang yang sering dipuji secara berlebihan itu cenderung memiliki 8 sifat yang mencerminkan pengaruh tersebut

Sifat kepribadian ini menggambarkan dampak dari seringnya seseorang dipuji saat kecil yang tidak seimbang dalam perkembangan emosional mereka ketika dewasa.

Dilansir dari geediting.com pada Selasa (21/1), diterangkan bahwa terdapat delapan sifat kepribadian ketika dewasa orang yang terlalu di puji saat kecil menurut Psikologi.

1. Percaya diri yang berlebihan

Ketika seseorang terlalu sering dipuji semasa kecilnya, mereka cenderung memiliki kepercayaan diri yang berlebihan hingga terkesan arogan di masa dewasanya. Meski kepercayaan diri adalah hal yang positif, namun jika terlalu berlebihan bisa membuat seseorang merasa dirinya lebih superior dibanding orang lain.

Kondisi ini sering kali membuat mereka kesulitan dalam menjalin hubungan sosial yang sehat karena sikap angkuhnya yang tidak disadari. Tantangan terbesar bagi mereka adalah menemukan keseimbangan antara mempertahankan kepercayaan diri yang sehat sambil tetap menjaga kerendahan hati.

2. Sensitif terhadap kritik

Orang yang terbiasa mendapat pujian berlebih di masa kecil seringkali kesulitan menerima kritik di masa dewasanya. Mereka cenderung menganggap kritik sebagai serangan personal dan bukan sebagai masukan yang konstruktif untuk pengembangan diri.

Hal ini bisa menghambat pertumbuhan karier dan hubungan interpersonal mereka karena ketidakmampuan dalam menerima umpan balik negatif. Bahkan kritik ringan pun bisa membuat mereka merasa terpukul dan membutuhkan waktu lama untuk memulihkan diri.

3. Takut gagal

Anak-anak yang selalu dipuji atas keberhasilannya cenderung mengembangkan ketakutan berlebih terhadap kegagalan saat dewasa. Mereka merasa terbebani dengan ekspektasi tinggi yang telah tertanam sejak kecil dan takut mengecewakan orang lain jika tidak berhasil.

Perasaan ini sering membuat mereka menghindari tantangan baru dan lebih memilih berada di zona nyaman. Akibatnya, potensi mereka tidak berkembang optimal karena terlalu fokus menghindari kegagalan daripada mencoba hal-hal baru.

4. Ketergantungan pada validasi eksternal

Kebiasaan mendapat pujian terus-menerus sejak kecil dapat menciptakan ketergantungan pada pengakuan orang lain di masa dewasa. Mereka menjadi sangat bergantung pada pendapat dan penilaian orang lain untuk merasa berharga.

Tanpa validasi eksternal, mereka sering merasa tidak percaya diri dan kehilangan arah. Validasi diri internal menjadi sangat sulit dibangun karena terbiasa mengandalkan pujian dari luar.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore