
Perilaku pria ingin sukses.
JawaPos.com – Banyak pria yang memiliki ambisi besar untuk mencapai kesuksesan rela mengorbankan hubungan yang mereka miliki demi fokus pada tujuan tersebut. Dalam pandangan psikologi, ini sering kali didorong oleh dorongan untuk memenuhi kebutuhan ego, membuktikan diri, atau memenuhi ekspektasi sosial terhadap definisi sukses.
Perilaku semacam ini mencerminkan bahwa mereka sering kali menempatkan prioritas karier atau pencapaian pribadi di atas hubungan emosional. Mereka mungkin merasa bahwa relasi bisa menunggu, sementara peluang untuk sukses harus dikejar segera.
Dilansir dari geediting.com pada Senin (20/1), diterangkan bahwa terdapat sepuluh perilaku pria yang ingin menjadi sukses hingga rela mengorbankan hubungan yang mereka miliki menurut Psikologi.
1. Fokus berlebihan pada pekerjaan
Mereka yang terobsesi dengan kesuksesan sering kali memiliki pikiran yang tak pernah lepas dari pekerjaan, proyek, dan ambisi mereka. Setiap percakapan yang mereka lakukan akan selalu bermuara pada karier atau usaha bisnis terbaru yang sedang mereka jalani.
Momen kencan romantis pun bisa berubah menjadi rapat bisnis dadakan karena mereka tidak bisa mengendalikan fokus mereka yang berlebihan pada pekerjaan. Bahkan saat sedang bersantai dengan pasangan, obrolan mereka akan terus didominasi oleh topik-topik seputar pekerjaan.
2. Networking di setiap kesempatan
Mereka akan memanfaatkan setiap momen sosial, bahkan pesta ulang tahun atau makan malam keluarga, sebagai ajang menjalin koneksi bisnis. Tak jarang pasangan mereka terpaksa bersosialisasi sendirian karena ditinggal berbincang dengan eksekutif atau pengusaha potensial.
Setiap pertemuan sosial selalu dipandang sebagai peluang untuk mengembangkan jaringan profesional. Keinginan untuk selalu terhubung dengan orang-orang berpengaruh ini sering kali membuat hubungan pribadi mereka terbengkalai.
3. Mengorbankan waktu tidur
Para pencari kesuksesan sering menganggap tidur sebagai pemborosan waktu yang bisa digunakan untuk bekerja lebih banyak. Mereka rela begadang atau bangun sangat pagi untuk menyelesaikan pekerjaan tambahan.
Kebiasaan ini bukan hanya membahayakan kesehatan dengan risiko penyakit jantung dan tekanan darah tinggi, tapi juga membuat mereka mudah tersinggung dan sulit fokus. Kurangnya istirahat yang berkualitas ini akhirnya berdampak pada kualitas hubungan mereka dengan orang terdekat.
4. Jarang mengambil cuti
Ketika akhirnya mengambil liburan, pikiran mereka tetap tertambat di kantor dan tidak bisa benar-benar bersantai. Panggilan bisnis dan email tetap mereka prioritaskan bahkan saat sedang berlibur di pantai atau menghabiskan waktu bersama keluarga.
Ketidakmampuan untuk benar-benar melepaskan diri dari pekerjaan ini membuat pasangan merasa diabaikan dan tidak dihargai. Kondisi ini seringkali memicu ketegangan dan konflik dalam hubungan
