
Ilustrasi menjalani frugal living. (Freepik)
JawaPos.com - Dewasa ini, tren frugal living tengah ramai dibicarakan dan menjadi perhatian Generasi Z atau Gen Z.
Sebagai informassi, frugal living adalah seruan untuk bertahan hidup dalam kondisi yang sering kali tidak ideal.
Gaya hidup Frugal living, mulai muncul akibat tekanan ekonomi yang diiringi dengan kebiasaan konsumtif masyarakat, namun tidak dibarengi dengan kenaikan pendapatan.
Konsep Frugal living berfokus pada pembatasan pengeluaran yang tidak perlu, sambil tetap memperhatikan pembuatan keputusan keuangan yang tepat untuk menjalani hidup yang layak sekaligus mencapai tujuan di masa depan.
Beberapa tokoh dunia yang seperti Bill Gates, Ed Sheeran, dan Mark Zuckerberg dikenal sudah menerapkan gaya hidup ini.
Namun, tidak sedikit orang yang memandang negatif pada gaya hidup ini, beberapa orang menganggap frugal living sama dengan hidup pelit. Benarkah demikian?
Apabila ditelaah lebih dalam frugal living jelas berbeda dengan hidup pelit. Frugal living didasarkan pada keputusan cerdas dalam mengelola keuangan secara efisien tanpa kenyamanan.
Sedangkan hidup pelit adalah gaya hidup yang terlalu takut untuk mengeluarkan uang bahkan untuk kebutuhan penting, seringkali hidup pelit dijalankan dengan gaya hidup yang ekstrem dan mengabaikan kualitas barang serta dampak jangka panjang
Pada frugal living seseorang akan tetap memperhatikan tujuan jangka pendek dan jangka panjang. Pada tujuan jangka pendek seseorang akan melakukan pembatasan pengeluaran secara sadar tanpa mengorbankan kualitas hidup yang layak.
Sedangkan untuk jangka panjangnya pengeluaran difokuskan pada kebutuhan prioritas tidak hanya berdasarkan keinginan, hal ini dimaksudkan untuk mencapai target atau tujuan besar di masa depan.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Dessy Nur Isna Inayati, Isnawati Jamilah, dan Ags Eko Sujianto pada Journal Of Social Science Research, yang dikutip dari Pratyningsih (2007), gaya hidup frugal living dapat dilakukan dengan:
Bijak dalam berbelanja
Memanajemen keuangan supaya bijak dalam membelanjakan uang, termasuk dengan membeli barang yang memiliki kualitas yang bagus dan awet meskipun harganya mahal. Tujuannya adalah untuk menghindari konsumsi secara berlebihan, sehingga barang yang dibeli dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang
Hemat
Orang yang menerapkan gaya hidup frugal living akan menggunakan uangnya secara cerdas. Contohnya menggunakan transportasi umum untuk menghemat biaya pengeluaran namun tetap nyaman.
