
Ilustrasi hubungan keluarga. (Pexels)
JawaPos.com – Dibesarkan oleh orang tua yang toxic bisa memberikan dampak yang mendalam dan bertahan lama terhadap kesejahteraan emosional dan psikologis seseorang.
Anak-anak yang tumbuh pada lingkungan ini mungkin menghadapi masalah harga diri yang rendah karena telah menyerap pesan-pesan negatif dari orang tua mereka.
Mereka sering kesusahan mempercayai orang lain atau menetapkan batasan yang sehat, dan pengalaman ini bisa memicu masalah kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan.
Mengutip choosingtherapy.com, berikut ini beberapa dampak dibesarkan oleh orang tua yang toxic bagi pertumbuhan anak.
Jika orang tua yang toxic terus-menerus mengkritik dan meremehkanmu, hal ini akan membuat sangat sulit dalam mempertahankan harga diri yang sehat dan rasa percaya diri.
Secara bertahap, kamu mungkin mulai menyerap pesan-pesan negatif dari orang tua dan menginternalisasinya.
Kondisi ini dapat memicu pola pikir negatif yang terus-menerus. Pembicaraan negatif dengan diri sendiri ini bisa menjadi kebiasaan, memperburuk perasaan kurang berharga, dan menghalangi perkembangan diri secara positif.
Tumbuh dalam lingkungan yang penuh dengan tekanan dan kekasaran yang diciptakan oleh orang tua toxic dapat memiliki dampak jangka panjang terhadap kesehatan mental seseorang.
Anak-anak yang dibesarkan dalam situasi seperti ini cenderung mengembangkan perasaan cemas dan depresi, baik ketika mereka masih kecil maupun saat mereka tumbuh dewasa.
Lingkungan yang penuh ketegangan dan kekurangan dukungan emosional ini mampu mempengaruhi perkembangan psikologis mereka, menciptakan pola pikir yang terbebani dan kesulitan dalam mengelola stres serta emosi.
Akibatnya, kecemasan dan depresi menjadi masalah yang berlanjut dan mempengaruhi kualitas hidup mereka dalam jangka panjang.
Orang tua yang toxic dapat menghambat kemampuanmu untuk belajar bagaimana membentuk dan mempertahankan hubungan yang sehat, baik dengan teman, keluarga, maupun pasangan romantis.
Ketika orang tuamu bersikap manipulatif atau mengkhianati kepercayaan yang kamu berikan, hal ini bisa menciptakan kesulitan besar dalam mempercayai orang lain.
Kamu mungkin merasa terjebak dalam pola pikir yang penuh kecurigaan dan susah membangun ikatan yang kuat dengan orang di sekitar.
Akibatnya, kamu berisiko mengalami trauma keterikatan, yaitu perasaan takut atau kesulitan terhubung secara emosional dengan orang lain yang dapat memengaruhi kemampuanmu untuk membangun hubungan yang stabil dan sehat di masa depan.
