Ilustrasi- Orang yang jago playing victim (shurkin_son-freepik)
JawaPos.com - Karakter manusia di dunia ini memang beraneka ragam. Ada yang pemberani, mau mengakui kesalahan, siap menerima konsekuensi, mau mengevaluasi diri, dan ada juga yang suka menyalahkan orang lain, takut menghadapi konsekuensi, dan suka play victim.
Play victim merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan karakter orang yang suka menggap dirinya sebagai korban ketidakadilan, meskipun sebenarnya mereka adalah pihak yang bersalah.
Istilah ini sekarang cukup populer di Indonesia dan banyak digunakan, terutama oleh anak-anak muda. Pasalnya, dalam kehidupan sehari-hari kita sebenarnya cukup sering menemukan karakter orang yang suka play victim.
Untuk mengetahui bahwa seseorang suka play victim, sebenarnya ada beberapa cara, salah satunya adalah dari perilakunya. Dirangkum dari Global English Editing, terdapat setidaknya lima perilaku yang sering mereka lakukan saat ketahuan bersalah.
Ini adalah sifat yang umum di temui pada orang yang suka play victim. Mereka sudah terbiasa dan ahli dalam mengalihkan kesalahan.
Dalam psikologi, perilaku ini sering dikaitkan dengan ketidakmampuan atau keengganan untuk menerima tanggung jawab atas tindakan yang mereka lakukan. Perilaku ini juga merupakan mekanisme pertahanan atau defense mechanism yang mereka lakukan untuk melindungi harga diri dan mempertahankan citra diri yang positif.
Orang yang suka play victim dapat sangat menjengkelkan dan tidak bertanggung jawab di tempat kerja. Hal ini karena saat melakukan kesalahan di tempat kerja, mereka sering dengan cepat menyalahkan orang lain atau keadaan eksternal.
Memanipulasi emosi sering kali menjadi strategi jitu untuk orang yang suka play victim. Mereka mungkin menggunakan rasa bersalah, takut, atau simpati untuk memengaruhi orang sekitar agar mereka tidak disalahkan.
Dilansir dari Global English Editing, menurut para ahli, manipulator sering kali mengeksploitasi 'norma timbal balik', yaitu ekspektasi sosial bahwa kebaikan harus dibalas.
Dengan menampilkan diri mereka sebagai korban, orang yang suka play victim menciptakan rasa berutang dan mengeksploitasi rasa simpati orang di sekitarnya, sehingga orang lain lebih sulit meminta pertanggungjawaban mereka.
Misalnya, jika mereka melakukan kesalahan, mereka mungkin mulai membicarakan masalah atau kesulitan pribadi mereka untuk membangkitkan simpati. Tujuannya adalah agar orang di sekitar menjadi kasihan dan mereka tidak disalahkan, serta tidak perlu bertanggung jawab atas tindakannya.
Orang yang suka play victim sering kali memiliki ketertarikan kuat untuk berdrama. Mereka suka membesar-besarkan masalahnya, padahal mungkin sebenarnya itu adalah masalah kecil.
Orang dengan karakter ini, suka melihat perselisihan sederhana berubah menjadi perseteruan besar, kesalahan kecil berubah menjadi kegagalan besar, dan ketidaknyamanan kecil dianggap sebagai peristiwa yang menyengsarakan hidup mereka.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
