Logo JawaPos
Author avatar - Image
16 Januari 2025, 18.14 WIB

4 Pemicu Kerentanan Kesehatan Mental Perempuan dari Perspektif Psikologi

Para peneliti mengungkap kesehatan mental, stres dan kecemasan bermula dari apa yang Anda makan. - Image

Para peneliti mengungkap kesehatan mental, stres dan kecemasan bermula dari apa yang Anda makan.

JawaPos.com - Kesehatan mental merupakan aspek krusial dalam kehidupan manusia. Kesehatan mental memengaruhi cara berpikir, merasakan, dan bertindak. Kesehatan mental kerap dialami kalangan perempuan.

Menurut penelitian pakar psikologi Universitas Airlangga (Unair) Ike Herdiana, tingkat kerentanan masalah kesehatan mental lebih tinggi terhadap perempuan.

Ike Herdiana mengatakan, terdapat beberapa faktor yang berkontribusi terhadap tingginya kerentanan perempuan terhadap masalah kesehatan mental. Faktor-faktor ini meliputi aspek biologis, psikologis, dan sosial yang saling berinteraksi dan memengaruhi kondisi mental individu.

Pemahaman mendalam mengenai faktor-faktor ini penting untuk upaya pencegahan dan penanganan masalah kesehatan mental pada perempuan. Berikut beberapa poin penting yang menjelaskan kualitas-kualitas tersebut:

1. Peran Ganda dan Beban Tanggung Jawab

Perempuan seringkali memikul peran ganda dalam masyarakat, baik di ranah domestik maupun publik. Tanggung jawab sebagai ibu rumah tangga, pengasuh anak, sekaligus pekerja profesional dapat menimbulkan tekanan dan stres yang signifikan. Beban yang berlebihan ini dapat memicu munculnya masalah kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi.

Tekanan untuk memenuhi ekspektasi sosial dan tuntutan peran yang beragam dapat memperberat kondisi mental perempuan. Keseimbangan antara berbagai peran menjadi tantangan tersendiri yang jika tidak diatasi dengan baik, dapat berdampak negatif pada kesehatan mental.

"Kultur masyarakat kita selalu membebankan pengasuhan anak pada perempuan saja. Padahal pengasuhan itu tugas sangat berat yang seharusnya dilakukan secara seimbang oleh ibu dan ayah. Hal ini penting karena tidak hanya terkait kesetaraan peran, tapi juga tumbuh kembang anak,” jelas Ike, dikutip dari unair.ac.id diakses Rabu (15/1).

2. Faktor Ekonomi dan Ketidaksetaraan Gender

Ketidaksetaraan gender dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk ekonomi, juga berkontribusi terhadap masalah kesehatan mental pada perempuan. Keterbatasan akses terhadap sumber daya ekonomi dan kesempatan kerja yang setara dapat menimbulkan perasaan tidak berdaya dan putus asa. Kondisi ekonomi yang sulit juga seringkali memicu stres dan kecemasan.

Selain itu, diskriminasi dan stigma berbasis gender juga dapat memperburuk kondisi mental perempuan. Pengalaman diskriminasi dapat menimbulkan trauma dan perasaan rendah diri, yang pada akhirnya berdampak pada kesehatan mental.

3. Pengalaman Kekerasan dan Trauma

Perempuan lebih rentan mengalami berbagai bentuk kekerasan, baik fisik, emosional, maupun seksual. Pengalaman kekerasan dan trauma dapat meninggalkan luka mendalam dan memicu masalah kesehatan mental seperti PTSD (Post-traumatic Stress Disorder), depresi, dan kecemasan.

Dukungan dan penanganan yang tepat sangat dibutuhkan bagi perempuan yang mengalami kekerasan dan trauma. Proses pemulihan membutuhkan waktu dan dukungan yang berkelanjutan dari keluarga, teman, dan profesional kesehatan mental.

4. Perubahan Hormonal dan Biologis

Editor: Ilham Safutra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore