Logo JawaPos
Author avatar - Image
09 Januari 2025, 02.15 WIB

Menurut Psikologi: Kenali 7 Tanda Orang yang Berbuat Kebaikan Tapi Tidak Tulus, Salah Satunya Suka Memuji Berlebihan

Ilustrasi pria yang mungkin tidak tulus dengan perempuan. (Freepik/karlyukav) - Image

Ilustrasi pria yang mungkin tidak tulus dengan perempuan. (Freepik/karlyukav)

JawaPos.com - Kebaikan jika dilakukan dengan tulus akan terasa nyaman dihati bagi si pemberi maupun penerimanya, tanpa adanya harapan untuk mendapatkan imbalan.

Dikutip dari laman Behaestex, jika kebaikan itu dilakukan dengan tulus, maka secara tidak langsung kita akan menjadi inspirasi bagi orang sekitar. Hati mereka begitu bersih tanpa dibebani dengan kepura-puraan atau niat buruk.

Namun ada hal lain dari mereka yang berbuat kebaikan tapi tidak tulus, dilansir dari laman Small Business Bonfire pada (08/01) kenali sikap tersebut melalui 7 tanda ini :

Baca Juga: 5 Cara Orang Sukses Mengatur Waktu dengan Efektif: Menghindari Antrean Jadi Salah Satunya

1. Suka memuji berlebihan

Ini adalah taktik umum yang digunakan oleh individu yang kebaikannya tidak tulus. Mereka mungkin menghujanimu pujian untuk hal-hal sederhana atau memberi pujian yang tidak sesuai dengan situasi.

Misalnya, mereka mungkin memuji selera fesyen di pertemuan santai atau memuji kecerdasanmu di luar konteks. Perilaku seperti ini bisa jadi merupakan tanda ketidaktulusan. Mereka menciptakan kesan atau memanipulasi perasaanmu terhadap mereka.

2. Kesepakatan yang konsisten

Kita semua mungkin sering berpikir bahwa selalu sependapat itu baik dan suportif. Tapi persetujuan terus-menerus bahkan dalam situasi di mana perbedaan pendapat adalah hal yang normal, bisa menjadi tanda kebaikan tidak tulus.

Baca Juga: 5 Cara Orang Sukses Mengatur Waktu dengan Efektif: Menghindari Antrean Jadi Salah Satunya

Orang yang menunjukkan tanda ini sering kali berusaha menghindari konflik atau menjilat. Mereka mungkin setuju dengan apapun yang kamu katakan, meskipun jelas bahwa tidak benar-benar sependapat denganmu.

3. Kebaikan tanpa batas

Bersikap baik dan akomodatif pada umumnya merupakan hal yang terpuji, tetapi segala sesuatunya ada batasnya.

Orang yang terus-menerus berusaha membantumu, bahkan dengan mengorbankan kebutuhan atau kenyamanannya sendiri, mungkin tidak setulus kelihatannya.

Pikiran manusia menghargai timbal balik, maka wajar jika kita ingin memberi kembali ketika menerima sesuatu.

Orang yang tidak tulus mengetahui hal ini, dan mereka mungkin terlalu memaksakan diri dalam melakukan kebaikan untuk menciptakan rasa kewajiban dalam diri.

Baca Juga: Berikan Ucapan Selamat Tahun Baru yang Tertunda, Jungkook BTS: Semoga Lukamu Berkurang

Perilaku ini dapat menguras emosi kedua belah pihak yang terlibat. Hal ini tidak berkelanjutan dalam jangka panjang dan dapat menimbulkan perasaan bersalah dan berhutang budi.

4. Kemurahan hati bersyarat

Sungguh perasaan yang luar biasa ketika seseorang menyampaikan kemurahan hatinya kepadamu.

Tapi ketika kemurahan hati itu sepertinya hanya muncul ketika orang lain sedang menonton atau ada sesuatu yang bisa diperoleh, hal itu bisa meninggalkan kesan negatif.

Terkadang, orang mungkin menawarkan bantuan atau dukungan, tapi hal itu bergantung pada kondisi atau imbalan tertentu.

Mereka mungkin mengharapkanmu untuk membalas budi di masa depan, atau hanya bermurah hati di depan umum untuk mendapatkan pengakuan.

Baca Juga: PDIP Klaim KPK Tak Amankan Barang Bukti Suap Usai Geledah Rumah Hasto Kristiyanto

5. Waktunya selalu tepat  

Misalnya, seorang rekan kerja yang jarang berinteraksi denganmu tiba-tiba menawarkan bantuan untuk suatu proyek tepat sebelum mereka membutuhkan bantuan untuk pekerjaannya sendiri.

Meskipun wajar dan sehat jika hubungan melibatkan memberi dan menerima, akan terasa tidak enak jika kebaikan seseorang selalu sejalan dengan kebutuhannya.

Kebaikan sejati bukanlah suatu transaksi. Itu tidak muncul dan hilang berdasarkan sesuatu yang dipertaruhkan. Orang yang tulus memberikan kebaikan karena mereka peduli dengan kesejahteraanmu.

6. Tindakan tersebut terasa impersonal

Tindakan kebaikan yang mereka lakukan terasa sangat umum dan bukan memberi berdasarkan kedekatan atau hubunga tertentu. Kebaikan bukan hanya tentang tindakan itu sendiri, tetapi juga pemikiran dan kepedulian yang terkandung di dalamnya.

Kebaikan yang tidak tulus sering kali tidak memiliki sentuhan pribadi ini. Ini bisa berupa pujian umum yang berlaku untuk siapapun atau tindakan bantuan yang tidak terlalu mempertimbangkan kebutuhan.

7. Perubahan perilaku secara tiba-tiba

Pergeseran mendadak ini bisa sangat mengganggu dan membingungkan. Suatu saat, mereka mungkin bersikap jauh atau meremehkan, dan saat berikutnya, menghujanimu dengan perhatian dan kebaikan.

Ketidakkonsistenan ini bisa menjadi tanda kebaikan yang tidak tulus. Di saat-saat seperti ini, mudah untuk mengabaikan tanda bahaya, terutama ketika kebaikan terasa menyenangkan. Tapi ingatlah bahwa kebaikan sejati itu dilakukan dengan konsisten.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore