
Ilustrasi puasa. (Pexels)
JawaPos.com – Puasa memiliki berbagai manfaat kesehatan, seperti menurunkan berat badan, pengendalian gula darah, serta perlindungan terhadap kondisi medis seperti kanker dan gangguan neurodegeneratif.
Meski semakin populer, puasa telah dipraktikkan selama berabad-abad dan punya peran penting dalam banyak budaya dan agama.
Puasa biasanya dilakukan dengan menghindari makanan atau minuman dalam jangka waktu tertentu, umumnya antara 24–72 jam. Puasa bisa membantu penurunan berat badan dan meningkatkan fungsi otak.
Dirangkum dari healthline.com, berikut ini beberapa manfaat puasa bagi kesehatan menurut penelitian yang perlu diketahui, salah satunya meningkatkan kontrol gula darah.
Penelitian menunjukkan bahwa puasa dapat membantu mengontrol gula darah yang bermanfaat bagi penderita risiko diabetes.
Sebuah studi 2023 menemukan bahwa puasa intermiten tiga hari seminggu mampu menurunkan risiko diabetes tipe 2 dengan meningkatkan sensitivitas insulin.
Puasa juga dapat menjaga kadar gula darah tetap stabil dan mengurangi risiko sindrom metabolik yang berhubungan dengan diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan stroke. Sayangnya, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membandingkan efek puasa dengan pembatasan kalori.
Peradangan akut adalah respons alami tubuh dalam melawan infeksi, namun peradangan kronis bisa berdampak buruk pada kesehatan.
Penelitian menunjukkan bahwa peradangan berperan dalam perkembangan penyakit kronis seperti jantung, kanker, dan arthritis. Beberapa studi menemukan bahwa puasa dapat mengurangi peradangan dan meningkatkan kesehatan.
Sebuah ulasan tahun 2022 dari 18 penelitian menunjukkan bahwa puasa intermiten dapat menurunkan kadar protein C-reaktif, penanda peradangan.
Penelitian kecil juga menunjukkan bahwa puasa intermiten selama setahun lebih efektif dalam mengurangi peradangan dan faktor risiko penyakit jantung dibandingkan kelompok kontrol.
Penyakit jantung merupakan penyebab utama kematian global, dengan sekitar 19 juta kematian pada 2020. Mengubah pola makan dan gaya hidup dapat mengurangi risiko penyakit jantung. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa puasa bisa sangat bermanfaat bagi kesehatan jantung.
Sebuah ulasan menemukan bahwa puasa alternatif dapat menurunkan kolesterol total dan faktor risiko penyakit jantung pada orang dengan berat badan berlebih.
Ulasan lain juga mencatat bahwa puasa alternatif mampu menurunkan tekanan darah, trigliserida, kolesterol total, dan kolesterol LDL (jahat).
Meskipun sebagian besar penelitian masih terbatas pada hewan, beberapa studi menunjukkan bahwa puasa bisa memberi dampak positif pada kesehatan otak.
