Ilustrasi iri dengki penyakit hati yang berdampak buruk bagi kesehatan jiwa.(Pexels/Ron Lach)
JawaPos.com - Salah satu penyakit psikologi yang sering menyerang individu adalah sifat iri dan hasad. Dalam istilah hari ini biasanya dikenal dengan istilah 'Senang melihat orang susah dan gelisah melihat orang senang'.
Islam menyebut itu sebagai perilaku hasad. Karena itu sifat ini harus benar-benar dihilangkan dari keseharian kita.
Sebab, hasad adalah keinginan yang timbul dalam hati agar nikmat yang dimiliki oleh orang lain hilang.
Dilansir dari Dompet Dhuafa, pada masa Rasulullah Saw, ada seorang sahabat yakni Abdullah bin Ubay bin Salul yang memiliki sifat hasad terhadap Nabi.
Ia dikenal sebagai tokoh munafik di Madinah. Ia menaruh hasad terhadap Nabi karena kedudukan dan penghormatan yang diperoleh oleh Nabi.
Awalnya, Abdullah bin Ubay yang direncanakan akan diangkat sebagai tokoh dan penguasa Madinah, namun saat Rasulullah tiba di Madinah, pengaruh Abdullah menjadi pudar.
Akhirnya Rasulullah lah yang menjadi pemimpin Kota Madinah. Hal itu menjadi permulaan perasaan dengki Abdullah bin Ubay terhadap Rasulullah Saw.
Melansir buku 49 Teladan dalam Alquran karya Ririn Rahayu Astutiningrum, saat Abdullah bin Ubay bersama Rasulullah, ia mengaku beriman dan beribadah layaknya umat Islam.
Namun, saat ia tak bersama Rasulullah, Abdullah kembali pada agamanya yang lama serta menjelek-jelekan umat Islam dan Rasulullah. Selain itu, Abdullah bin Ubay juga kerap mengadu domba dan menjadi provokator dalam kerusuhan.
Suatu ketika, Abdullah bin Ubay jatuh sakit hingga akhirnya meninggal dunia. Lalu anak laki-lakinya yang bernama Abdillah bin Abdullah bin Ubay mendatangi Rasulullah dengan meminta kain kafan untuk ayahnya dan meminta Rasulullah untuk menyalati ayahnya.
Dengan sifat Rasulullah yang tidak pendendam, Rasulullah mendatangi kediaman Abdullah. Namun, saat Umar melihat perbuatan Rasulullah, ia berkata:
“Wahai Rasulullah, kenapa mau menyalatkan Abdullah bin Ubay? Padahal dia adalah seorang yang munafik. Bukankah Allah melarang untuk menyalatkan orang-orang munafik?”
Rasulullah pun menjawab bahwa apabila ia mendapat pilihan dari Allah antara mendoakan atau tidak, maka pilihan beliau adalah berdoa untuk Abdullah bin Ubay. Setelah Rasulullah menyalati jenazah Abdullah bin Ubay, turunlah ayat:
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022