
Ilustrasi penanganan DBD di salah satu IGD rumah sakit di Surabaya. (Robertus Risky / Jawa Pos).
JawaPos.com - Perubahan iklim telah memperluas ancaman kasus malaria dan demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia. Pasalnya, nyamuk yang menjadi vektor dua penyakit itu pun jadi lebih merebak.
Data Monash University mengungkap bahwa kasus malaria di Indonesia melonjak 69 persen dalam dua tahun, dari 418.000 kasus pada 2023 menjadi 706.000 kasus pada 2025.
Di tengah peningkatan tersebut, perubahan iklim turut menjadi perhatian karena kenaikan suhu dan pergeseran pola curah hujan dapat memperluas wilayah perkembangbiakan nyamuk pembawa penyakit.
Tak hanya malaria, demam berdarah dengue (DBD) juga masih menjadi ancaman. Pada 2025, penyakit yang ditularkan nyamuk Aedes tersebut menyerang sekitar 161.937 orang di Indonesia, dengan angka kejadian mencapai 57,02 kasus per 100.000 penduduk.
Baca Juga:Pertamina Dukung Bank Sampah Desa Kuta, Pengelolaan Sampah Kawasan Wisata Mandalika Lebih Optimal
Studi terbaru peneliti Monash University yang diterbitkan dalam jurnal Science Advances mengungkap bahwa kompleksitas hubungan perubahan iklim dengan penyebaran malaria dan DBD. Penelitian tersebut menyoroti faktor iklim, ekologi, epidemiologi, dan sosial-ekonomi yang saling memengaruhi penularan kedua penyakit.
Peneliti utama Dr. Toby Cumming dari Health and Climate Initiative Monash School of Public Health and Preventive Medicine mengatakan, perubahan iklim dapat memengaruhi persebaran nyamuk pembawa penyakit.
“Perubahan iklim menyebabkan kenaikan suhu dan pergeseran pola curah hujan, sehingga memperluas wilayah yang cocok bagi populasi nyamuk Anopheles dan Aedes untuk berkembang pesat,” ujar Cumming dalam keterangannya, Sabtu (10/10).
Meski begitu, pengaruh iklim terhadap penularan penyakit tidak berlangsung secara sederhana. Dampaknya dapat berbeda berdasarkan musim dan kondisi masing-masing daerah. Cumming juga menyoroti perbedaan tren kedua penyakit tersebut dalam satu abad terakhir.
“Namun, selama satu abad terakhir, di tengah fenomena pemanasan global yang kian nyata, angka kasus malaria menurun, sementara angka kasus demam berdarah justru meningkat,” tambahnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Persik Kediri vs Madura United: Laskar Sape Kerap Punya Kans Menang di Brawijaya!
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Persipura vs RANS Nusantara: Produktivitas Gol Jadi Pembeda
Prediksi Skor Malaga vs Espanyol: Los Periquitos Bidik Poin, Tuan Rumah Terpuruk
Fraksi PKB Usulkan Pembentukan Pansus Tindak Lanjuti Putusan MK soal Ijazah Gibran
Prediksi Skor JDT vs Svay Rieng di ACC Cup: Harimau Selatan Diunggulkan Menang
Prediksi Lion City Sailors vs CAHN di ACC: Adu Kuat Tuan Rumah dengan Wakil Vietnam
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Alfa Penyintas Stroke Jalan Kaki 21 KM Dengan Rute Garuda

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022