
ilustrasi kolesterol jahat. (Freepik)
JawaPos.com – Target penurunan kadar kolesterol jahat atau LDL-C pada setiap pasien tidak bisa disamakan. Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endokrin Metabolik dan Diabetes Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo, Sp.PD-KEMD, FINASIM, FACE, menegaskan, penentuan target LDL-C harus disesuaikan dengan kondisi klinis dan risiko kardiovaskular masing-masing pasien.
Secara umum, kadar LDL-C atau kolestrol jahat bagi orang yang tak memiliki komplikasi di bawah 100 mg/dL. Namun, acuan ini sering disamaratakan dengan semua kondisi. Padahal menurut Prof. Sidartawan, pasien yang hanya memiliki faktor risiko awal memiliki target yang berbeda dengan pasien diabetes yang sudah mengalami serangan jantung atau stroke.
Karena itu, dokter tidak hanya melihat hasil laboratorium, tetapi juga riwayat penyakit dan tingkat risiko pasien secara keseluruhan. Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Sidartawan dalam simposium ilmiah Comprehensive Lipid Management in Patients with Type 2 Diabetes yang digelar Daewoong Pharmaceutical Indonesia dalam rangkaian Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) PERKENI 2026 di Bandung, Sabtu (27/6).
Prof. Sidartawan menjelaskan, konsep cardiovascular-kidney-metabolic syndrome (CKM) membuat target LDL-C tidak bisa disamaratakan. "Untuk setiap orang targetnya berbeda-beda, tidak sama. Karena setiap orang kondisinya berbeda di dalam tatanan atau perjalanan CKM tadi," ujar Prof. Sidartawan.
Dia mencontohkan pasien yang baru mengalami resistensi insulin memiliki target yang berbeda dengan pasien diabetes. Target tersebut kembali berubah apabila pasien memiliki faktor risiko kardiovaskular lain.
Pasien diabetes tanpa komplikasi umumnya memiliki target LDL-C di bawah 100 mg/dL. Namun apabila pasien disertai hipertensi atau faktor risiko lain, targetnya turun menjadi di bawah 70 mg/dL.
Sementara pasien diabetes yang telah mengalami penyakit jantung koroner atau stroke memiliki target LDL-C lebih ketat, yakni di bawah 55 mg/dL.
"Kalau dia diabetes lalu kemudian sudah kena serangan jantung atau pernah stroke, tidak cukup dengan 100, tidak cukup dengan 70. Turun menjadi 55 karena dengan 70 ini masih kejadian, sehingga harus diturunkan lagi," kata Sidartawan Soegondo.
Bahkan, apabila pasien kembali mengalami kejadian kardiovaskular meski target tersebut telah tercapai, kadar LDL-C dapat diturunkan hingga 40 mg/dL.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Valencia vs Celta Vigo di Liga Spanyol: Los Che Bisa Kesulitan di Kandang!
Prediksi Skor Brighton & Hove Albion vs Aston Villa di Liga Inggris 2026/2027: Laga Berakhir Imbang!
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Groningen di Liga Belanda: Boeren Enggan Malu di Kandang!
Ribuan Ojol Hadiri Kopdar Kebangsaan Jaga Jakarta, Ada Perpanjangan SIM Gratis
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Villarreal di Liga Spanyol 2026/2027: Los Rojiblancos Diunggulkan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Novel Baswedan Soroti Dugaan Kompromi Penyelidikan KPK di Kabupaten Bogor
Prediksi Skor Athletic Bilbao vs Sevilla di Liga Spanyol 2026/2027: Los Leones Diunggulkan Menang
Tak Hanya Jenderal TNI-Polri, Pengusaha Haji Isam Dikabarkan Dapat Tugas Tangani Karhutla di Kalsel
