Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 24 November 2020 | 21.20 WIB

Bahaya 2 Jenis Kanker Paru yang Paling Berisiko Bagi Perokok Aktif

Ilustrasi kanker paru. - Image

Ilustrasi kanker paru.

JawaPos.com - Salah satu cara untuk menekan prevalensi kanker paru di Indonesia adalah dengan cara mengendalikan polusi udara. Terutama dari asap rokok. Para perokok aktif paling rentan terkena kanker paru.

Berdasarkan penelitian, sedikitnya 80-90 persen kematian akibat kanker paru di dunia disebabkan oleh asap rokok. Namun, selain berbahaya bagi perokok aktif, asap rokok juga merugikan perokok pasif atau second hand smoker.

Ternyata Ketua Pokja Kanker Paru Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Prof. dr. Elisna Syahruddin, PhD, Sp.P(K), menjelaskan, kanker paru terbagi menjadi dua jenis. Pertama, kanker paru sel kecil (KPKSK) atau small cell lung cancer (SCLC). Dan kanker paru bukan sel kecil (KPBSK) atau non-small cell lung cancer (NSCLC).


Jenis kanker NSCLC/KPBSK terbagi dalam banyak jenis. Akan tetapi, yang terbanyak adalah 3 jenis sel kanker paru, yakni adenokarsinoma, karsinoma sel skuamosa, dan karsinoma sel besar.

“Jenis kanker paru yang terbanyak pada perokok aktif maupun pasif adalah kanker paru bukan sel kecil (KPBSK) khususnya adenokarsinoma," jelas Prof Elisna dalam Bulan Peduli Kanker Paru Sedunia, Gerakan Nasional Indonesia Peduli Kanker Paru (IPKP) webinar #LUNGTalk, bertajuk 'Akses Pengobatan Kanker Paru: Tantangan dan Harapan', Senin (23/11).

Sel kanker tersebut berkembang di dalam jaringan saluran napas (epitel bronkus) dan menginvasi jaringan sekitar. Bahkan menyebar ke organ lain sekitar rongga toraks hingga organ yang jauh melalui darah dan kelenjar limpa.

"Maka untuk pilihan terapi yang tepat disamping jenis sel kanker, ukuran tumor, keterlibatan kelenjar limpa dan penyebaran ke organ jauh perlu dipastikan. Bahkan terapi terkini membutuhkan tes molekuler untuk pilihan obat yg spesifik (terapi target)," katanya.

Tak hanya perokok aktif, hati-hati bahwa pada perokok pasif terutama perempuan, sering ditemukan jenis adenokarsinoma dengan mutasi gen EGFR. Dengan demikian usaha untuk membunuh sel kanker yang ada dalam tubuh pasien kadang bersifat lebih individual (tailor made).

Penyintas Kanker Paru Willem Laoh, mengatakan, selama menjadi penyintas kanker paru, dia merasakan bahwa akses pengobatan yang baik sangatlah penting demi mendapatkan harapan hidup yang lebih baik. Untuk itu, doa berharap dunia medis semakin berinovasi untuk memberi akses bagi penyintas kanker.

"Kehadiran perkembangan inovasi pengobatan kanker paru dapat terus didukung oleh semua pihak agar semua pasien mendapatkan pengobatan terbaik, tanpa kecuali," ujarnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=1Hv0jjUsJfU

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore