alexametrics

Akibat Pandemi, Tingkat Stres Masyarakat Indonesia Naik Jadi 75 Persen

6 Oktober 2021, 13:37:37 WIB

JawaPos.com – Dari hasil survei Skor Kesejahteraan 360° yang dilakukan Cigna secara global terhadap 18.000 responden di 21 negara pada kuartal kedua 2021, terbukti bahwa pandemi Covid-19 telah menyebabkan tingkat stres masyarakat meningkat.

Faktor-faktor penyebab stres yang paling utama di antara lain, adanya ketidakpastian di tengah pandemi dan kekhawatiran akan kondisi keuangan pribadi dan keluarga. Seperti diketahui, pandemi Covid-19 telah menghantam dunia usaha, terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) mengungkapkan dari Juli 2020 hingga September 2021 tercatat sudah 30 juta UMKM yang bangkrut. Belum lagi data dari survei Bank Indonesia pada Maret 2021 yang menyebutkan, sebanyak 87,5 persen UMKM terdampak pandemi dan 93,3 persen pelaku usaha sektor tersebut merasakan dampak penurunan omzet penjualan.

Peningkatan stres ini juga dipengaruhi adanya pembatasan aktivitas masyarakat selama masa pandemi, terutama dalam melakukan perjalanan luar kota dan pergi berwisata. Pasalnya, rata-rata mayarakat Indonesia gemar berkumpul atau bepergian bersama teman atau keluarga. Akibat pembatasan itu, bisa  dilihat dari data penurunan tingkat isian hotel dan jumlah penumpang transportasi udara.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, tingkat hunian kamar hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada Agustus 2021 mencapai 25,07 persen, turun sebesar 7,86 poin dibandingkan Agustus 2020 yang tercatat 32,93 persen. Jumlah penumpang angkutan udara domestik selama Januari–Agustus 2021 sebanyak 17,7 juta orang atau turun 18,26 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Berdasar hasil survei Skor Kesejahteraan 360°, secara umum tingkat stres orang Indonesia saat ini lebih rendah dibanding negara-negara yang disurvei, termasuk negara tetangga seperti Singapura.”Namun, Indonesia tetap mengalami peningkatan stres dari 73 persen di awal 2020 ke angka 75 persen pada 2021,” ujar Direktur Pemasaran dan Kerja Sama Strategis Cigna Indonesia Akhiz Nasution dalam keterangan tertulisnya, Rabu (6/10).

Pandemi Covid-19 yang melanda dunia juga membuat masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan. Hal itu terlihat dari densitas atau komposisi premi asuransi terhadap jumlah penduduk per tahun yang meningkat cukup signifikan sejak tahun lalu.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan densitas Indonesia mengalami peningkatan selama pandemi Covid-19. Hal itu didorong oleh meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap kebutuhan perlindungan kesehatan sehingga tertarik untuk membeli produk-produk asuransi.

Jika pada 2019 densitas tercatat Rp 1,67 juta, pada 2020 naik menjadi Rp 1,74 juta dan meningkat lagi pada Juni 2021 menjadi Rp 1,78 juta. Artinya, masyarakat mengeluarkan dana lebih untuk membeli asuransi dan membayar premi. Hal itu juga didukung angka pertumbuhan klaim yang dibayarkan perusahaan asuransi.

OJK mencatat, nilai klaim asuransi meningkat 3,97 persen (yoy) pada masa pandemi, yakni dari Rp 47,6 triliun pada April 2020, menjadi Rp 49,49 triliun pada periode yang sama 2021.

Editor : Dhimas Ginanjar

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads