
Ilustrasi kacang mete (freepik)
JawaPos.com - Kacang mete, juga dikenal sebagai kacang mede atau kacang jambu monyet, adalah biji dari buah jambu monyet (Anacardium occidentale).
Pohon jambu monyet ini berasal dari Brazil, namun kini tumbuh di banyak negara tropis.
Kacang mete memiliki bentuk yang khas menyerupai ginjal dan tekstur yang renyah setelah dipanggang atau digoreng.
Kacang mete mentah memiliki rasa sedikit manis dan krim. Setelah dipanggang, rasanya menjadi lebih intens dan gurih.
Kacang mete memerlukan proses pengolahan yang hati-hati. Cangkangnya mengandung senyawa beracun yang disebut urushiol, sehingga harus dihilangkan dengan hati-hati melalui pemanasan atau pemanggangan sebelum bisa dikonsumsi.
Tidak sedikit orang yang menyukai kacang mete sebagai camilan yang menemani waktu senggang.
Meski disebut 'kacang', ternyata makanan ini kaya akan lemak sehat dan menjadi sumber protein yang baik.
Sebagaimana dilansir dari laman Web MD, berikut sejumlah khasiat kacang mete untuk kesehatan:
1. Kacang mete mempunyai reputasi buruk karena mengandung lemak jenuh. Namun sebagian besar lemak dalam kacang mete berasal dari asam stearat, yang menurut para ahli tidak banyak berpengaruh pada kolesterol darah.
Penelitian menunjukkan bahwa orang yang makan kacang mete secukupnya setiap hari mengalami penurunan kolesterol "jahat" LDL.
2. Tidak hanya dapat menurunkan kolesterol jahat, kacang mete juga dapat membantu mencegah penyakit jantung karena kandungan magnesiumnya yang tinggi.
Mendapatkan cukup magnesium dapat mengurangi risiko penyakit jantung iskemik, yang terjadi ketika jantung tidak mendapatkan cukup darah.
3. Kandungan magnesium dalam kacang mete juga dapat membantu mengurangi risiko strok.
Hubungan ini dianggap paling kuat pada strok hemoragik, yang terjadi ketika pembuluh darah yang melemah pecah dan menumpahkan darah ke otak.
4. Kacang mete rendah karbohidrat, terutama jika dibandingkan dengan makanan ringan umum lainnya.
