Logo JawaPos
Author avatar - Image
04 September 2022, 01.48 WIB

Manfaat Kulit Delima untuk Perawatan Kecantikan

BUAH DARI SURGA: Tria Vebiola P. saat mengolah buah delima untuk dijadikan minuman. Kulit delima juga bisa dimanfaatkan sebagai krim untuk perawatan kulit wajah dan leher. (Allex Qomarulla/Jawa Pos) - Image

BUAH DARI SURGA: Tria Vebiola P. saat mengolah buah delima untuk dijadikan minuman. Kulit delima juga bisa dimanfaatkan sebagai krim untuk perawatan kulit wajah dan leher. (Allex Qomarulla/Jawa Pos)

Buah delima mudah diingat karena bentuknya unik. Pesona warna merah daging buahnya, kelezatan rasa, dan manfaatnya bagi kesehatan tidak perlu diragukan. Beberapa kitab suci keagamaan menguraikan keutamaan buah delima sebagai ”buah dari surga”. Kulit buahnya pun dapat dimanfaatkan dan memang digunakan sejak lama untuk tujuan kesehatan. Studi membuktikan jenis zat kandungan kulit buah delima tidak banyak berbeda dengan daging buahnya.

DALAM pengobatan tradisional Jawa, kulit buah delima dipakai dalam ramuan obat herbal untuk mengatasi gangguan keputihan pada wanita. Keputihan adalah sekresi cairan putih secara berlebih melalui organ kewanitaan, utamanya karena infeksi jamur dan bakteri. Wanita memang selalu khawatir pada masalah keputihan karena berdampak buruk bagi kesehatan rahim dan sistem reproduksi. Asalkan masih dalam fase dini, gangguan keputihan dapat diatasi dengan mengonsumsi rebusan kulit delima.

Berbagai negara juga memberikan rekomendasi penggunaan kulit buah delima untuk kesehatan. Secara tradisional, kulit buah dididihkan dalam air selama 10–40 menit dan larutan hasil saringan digunakan untuk mengobati diare, disentri, sebagai enema (cairan pembersih usus bagian bawah). Pemakaian di India, antara lain, untuk mengatasi diare, hidung berdarah, dan tukak lambung. Dalam kebudayaan Mesir, kulit buah delima diyakini manfaatnya untuk diare, radang, cacingan, batuk, dan bahkan infertilitas (ketidaksuburan).

Bernama ilmiah Punica granatum dari suku Lythraceae, tanaman itu dikenal dengan nama pomegranate dalam bahasa Inggris. Daerah asal tumbuhnya adalah Afghanistan, Iran, Tiongkok, dan daratan India. Budi daya delima dilakukan sejak ribuan tahun lalu. Walaupun mudah tumbuh di Indonesia, khasiatnya masih kurang mendapatkan perhatian.

Ciri kulit buah delima adalah terdapatnya selaput berupa jaringan bagian dalam dengan berat 26–30 persen berat total buah. Di situlah terkandung berbagai senyawa utama, yaitu golongan fenolik, termasuk antosianin, katekin, dan senyawa flavonoid yang lebih kompleks. Ada pula kandungan hydrolysable tannins, yaitu punicalin, pedunculagin, punicalagin, gallic, dan ellagic acid.

Studi menunjukkan, kandungan tanin adalah sumber antioksidan tertinggi pada kulit delima. Selain aktivitas antioksidan untuk mengatasi radikal bebas, tanin adalah antibakteri penyebab penyakit pada usus, termasuk bakteri kolera. Tanin menyebabkan rasa khas yang tajam pada lidah karena aktivitas sebagai astringen. Aktivitas itu menyebabkan terjadinya kontraksi sel kulit dan jaringan sekitarnya sehingga pori-pori mengecil. Jadi, selain sebagai antijamur, kerja kulit delima sebagai astringen diduga membantu mengendalikan pengeluaran cairan berlebih melalui pori kulit pada gangguan keputihan.

Hasil penelitian ilmiah terbaru makin menguatkan peran kulit delima sebagai antioksidan, antiradang, dan antimikrobial. Penelitian juga membuktikan peran itu dapat memberi nilai tambah kulit delima sebagai ”food enrichment”(meningkatkan kekayaan nutrisi makanan).

Kulit Buah Delima untuk Perawatan Kulit


Berbagai produk kosmetik perawatan kulit mulai banyak menggunakan ekstrak buah delima sebagai salah satu bahan alam. Memang kulit delima sejak lama dipakai untuk mengatasi masalah kulit, termasuk hiperpigmentasi. Pemakaian pada produk kosmetik pun mulai diteliti. Misalnya, penelitian ahli kosmetik Thailand untuk produk serum dan pemutih yang mengandung sari kulit buah delima pada relawan wanita. Pemberiannya dilakukan selama 28 hari dan hasilnya menunjukkan aktivitas antioksidan yang kuat. Khasiatnya sebagai pemutih terbukti secara in vitro terjadi melalui hambatan pembentukan pigmen kulit melanin oleh enzim tyrosinase. Tyrosinase adalah enzim yang berperan pada pembentukan zat warna kulit melanin.

Kulit delima juga punya potensi untuk penyembuhan dan pencegahan jerawat. Studi khasiat sebagai ’’sunscreen”, yaitu perlindungan terhadap sinar ultraviolet matahari, sudah dilakukan. Namun, masih diperlukan penelitian lanjutan untuk pembuktian khasiat itu. (*)

Teh Herbal Kulit Buah Delima

Bahan

Satu sendok teh serbuk kulit delima kering

Jahe kering

Daun teh hijau kering

Pembuatan

Masukkan semua bahan ke dalam alat penghancur/penghalus bumbu, haluskan hingga tercampur sempurna.

Penyiapan

Ambil satu sendok teh serbuk campuran, tambahkan 100 ml air, panaskan dengan api sedang hingga mendidih selama satu menit. Biarkan menghangat, tuang ke dalam cangkir, tambahkan air, madu, dan siap dihidangkan.

Dapat dihidangkan secangkir (150–200 ml) tiga kali seminggu.

Untuk Perawatan kulit

Keringkan kulit buah delima dengan bantuan sinar matahari.

Haluskan menjadi serbuk.

Ambil 2 sendok makan serbuk.

Tambahkan yoghurt sedikit demi sedikit.

Aduk hingga membentuk pasta.

Cara Pemakaian

Oleskan pada kulit wajah dan leher yang sudah dibersihkan.

Diamkan selama 10 menit.

Cucilah dengan air dingin.

Lakukan sekali seminggu.

Catatan: Serbuk kulit buah delima siap pakai tersedia di pasaran. Pastikan keaslian produk.

DARI BERBAGAI SUMBER




*) Prof Dr Apt Mangestuti Agil MS, Guru Besar Botani Farmasi dan Farmakognosi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga

YouTube: Kanal Kesehatan Prof Mangestuti

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore