Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 24 Agustus 2026 | 04.44 WIB

Jarang Dipeluk Waktu Kecil, Ini 7 Pola Perilaku yang Mungkin Terbawa hingga Dewasa

Tanda perilaku orang yang jarang dipeluk saat kecil kata Psikologi

JawaPos.com – Pengalaman masa kanak-kanak dapat menjadi salah satu bagian dari perjalanan seseorang dalam membentuk cara berinteraksi, memahami hubungan, dan merespons lingkungan ketika dewasa.

Salah satu pengalaman yang menarik perhatian adalah minimnya afeksi fisik, seperti pelukan atau sentuhan penuh kasih sayang. Meski demikian, hubungan antara pengalaman tersebut dengan perilaku ketika dewasa tidak selalu sederhana.

Setiap orang memiliki latar belakang dan pengalaman yang berbeda. Karena itu, seseorang yang jarang dipeluk saat kecil belum tentu mengalami masalah emosional atau menunjukkan perilaku tertentu ketika dewasa.

Namun, dalam konteks psikologi perkembangan dan hubungan interpersonal, pengalaman awal dapat menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap cara seseorang membangun kedekatan dan memahami rasa aman.

Dilansir dari Geediting, terdapat tujuh pola perilaku yang dikaitkan dengan pengalaman kurang mendapatkan afeksi fisik pada masa kanak-kanak.

1. Merasa Tidak Nyaman dengan Sentuhan

Sebagian orang yang tidak terbiasa mendapatkan sentuhan penuh kasih sayang sejak kecil mungkin merasa canggung ketika menerima kontak fisik dari orang lain.

Pelukan, gandengan tangan, atau sentuhan sederhana bisa terasa kurang familiar, terutama jika dilakukan oleh orang yang belum terlalu dekat.

Namun, respons setiap individu bisa berbeda. Ada pula orang yang justru sangat menghargai sentuhan sebagai bentuk kedekatan setelah dewasa.

Yang penting, kenyamanan terhadap kontak fisik merupakan sesuatu yang bersifat personal dan perlu dihormati dalam setiap hubungan.

2. Sulit Membangun Kedekatan Emosional

Pengalaman masa kecil juga dapat berperan dalam cara seseorang membangun hubungan ketika dewasa.

Sebagian individu mungkin membutuhkan waktu lebih panjang untuk mempercayai orang lain dan menceritakan perasaan pribadi. Mereka bisa merasa lebih aman ketika menjaga jarak emosional.

Membuka diri terkadang dianggap berisiko karena terdapat kekhawatiran akan ditolak, disakiti, atau tidak dipahami.

Meski demikian, kemampuan membangun kedekatan dapat berkembang seiring pengalaman dan hubungan yang memberikan rasa aman.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore