Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 18 Juni 2025 | 23.22 WIB

Cara Melindungi Diri dari Gangguan Gaib di Bulan Suro: Ini Laku, Doa, dan Kesadaran Spiritual yang Bisa Dilakukan

Cara Melindungi Diri dari Gangguan Gaib di Bulan Suro: Ini Laku, Doa, dan Kesadaran Spiritual yang Bisa Dilakukan (kjpargeter/Freepik)

JawaPos.com - Bulan Suro dalam tradisi Jawa bukan hanya soal kesakralan, tapi juga soal kewaspadaan.

Sebab dalam kepercayaan leluhur, Suro adalah waktu ketika tirai antara dunia nyata dan dunia gaib menjadi tipis, sehingga interaksi antar dimensi bisa terjadi tanpa disengaja.

Tak sedikit orang yang merasakan hawa berbeda di bulan ini: rumah terasa dingin meski tidak ber-AC, sering mimpi buruk, hewan peliharaan gelisah tanpa sebab, hingga penampakan yang sulit dijelaskan oleh logika.

Lalu, bagaimana cara melindungi diri dari gangguan gaib saat bulan Suro? Berikut beberapa langkah spiritual dan kebiasaan tradisional yang diyakini dapat menjadi benteng dari hal-hal tak kasat mata, menurut penjelasan dari salah satu video di kanal Youtube yang aktif membahas weton dan primbon jawa yakni Ngaos Jawa.

1. Membaca Doa Penolak Bala dan Dzikir: Salah satu cara paling kuat menurut ajaran Jawa Islam adalah memperbanyak doa dan dzikir. Doa pelindung seperti Ayat Kursi, Al-Falaq, dan An-Naas dipercaya dapat menjadi tameng dari gangguan makhluk halus. Doa ini sebaiknya dibaca sebelum tidur, setelah salat, dan saat hendak keluar rumah di malam hari.

2. Melakukan Tirakat atau Puasa Suro: Puasa Suro, atau tirakat seperti puasa mutih (makan nasi putih dan air putih saja), melek semalam suntuk, hingga laku diam (tidak bicara seharian), merupakan bentuk latihan pengendalian diri. Selain bermanfaat secara spiritual, tirakat juga memperkuat daya tahan batin terhadap energi negatif.

3. Menjaga Pikiran dan Emosi Tetap Stabil: Makhluk halus konon lebih mudah mendekat pada orang yang sedang rapuh secara mental. Maka, hindari marah-marah, sedih berlarut, atau gelisah berlebihan. Jika hati sedang tidak tenang, lakukan meditasi atau dzikir untuk menenangkan batin.

4. Menjaga Rumah Tetap Bersih dan Terang: Menurut kepercayaan Jawa, rumah yang kotor, gelap, dan lembap menjadi tempat favorit bagi makhluk halus. Karena itu, pastikan rumah selalu bersih dan terang. Hindari membiarkan sudut ruangan terlalu gelap, apalagi saat malam Suro.

5. Membakar Daun Kelor atau Menyan Putih: Dalam budaya Jawa, daun kelor dikenal sebagai penangkal energi negatif. Membakar daun kelor atau menyan putih diyakini bisa menetralkan suasana rumah, terutama jika dirasakan ada hawa aneh atau tidak nyaman.

6. Menghindari Aktivitas Gaib atau Tantangan Mistis: Uji nyali, bermain jelangkung, atau menjelajah tempat wingit sangat tidak disarankan saat bulan Suro. Bukan hanya membuka celah gangguan, tapi bisa menjadi undangan tak sadar bagi entitas yang tidak diinginkan. Ingat, bulan Suro adalah waktu untuk menyepi, bukan untuk main-main dengan hal gaib.

7. Weton Rentan Harus Ekstra Hati-hati: Bagi yang lahir dengan weton seperti Rabu Pon, Selasa Wage, atau Sabtu Legi, sebaiknya lebih waspada. Orang dengan weton tersebut dipercaya lebih mudah beresonansi dengan dunia halus. Lakukan perlindungan diri seperti membaca doa lebih sering dan memperbanyak tirakat.

Penutupnya, gangguan gaib bukan sekadar cerita mistis. Dalam budaya Jawa, itu adalah bagian dari dinamika energi yang saling berinteraksi. Kita memang tidak harus takut, tapi wajib waspada dan menghormati waktu-waktu sakral seperti bulan Suro. Bukankah lebih baik mencegah daripada mengobati?

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore