Ilustrasi tujuh pengalaman masa kecil yang dapat menjelaskan orang yang merasa canggung saat diberi pujian.
JawaPos.com - Ada benang merah yang menghubungkan orang-orang yang merasa canggung saat mendengar pujian. Benang merah ini sering kali muncul kembali di tahun-tahun awal pembentukan diri mereka.
Merasa canggung saat dipuji bukan hanya soal kesopanan atau kerendahan hati. Itu biasanya pertanda masalah yang lebih dalam, yang sering kali berasal dari pengalaman masa kecil tertentu.
Dilansir dari Geediting, inilah tujuh pengalaman masa kecil yang dapat menjelaskan orang yang merasa canggung saat diberi pujian.
1. Kurangnya penguatan positif
Salah satu pengalaman utama yang dapat memicu ketidaknyamanan dengan pujian adalah kurangnya penguatan positif selama masa kanak-kanak. Anak-anak senang dengan pujian.
Pujian meningkatkan harga diri mereka, dan mereka belajar mengaitkan perilaku atau prestasi yang baik dengan perasaan positif. Namun, ketika penguatan ini hilang, mereka tumbuh tidak terbiasa dengan sensasi pujian.
Bayangkan seorang anak yang berprestasi di sekolah tetapi prestasinya ditanggapi dengan ketidakpedulian atau lebih buruk lagi, kritikan. Anak ini belajar mengaitkan prestasinya dengan perasaan negatif, bukan pujian yang hangat.
Maju cepat ke masa dewasa, orang ini akan merasa canggung saat dipuji. Mereka sudah terbiasa mengharapkan kritik, bukan pujian. Pujian adalah hal asing, membuat mereka tidak nyaman.
2. Menekankan pada kesederhanaan
Saat tumbuh dewasa, keluarganya mungkin sangat menekankan pentingnya bersikap rendah hati. “Jangan membanggakan diri sendiri,” “Tidak ada yang suka pamer,” itulah semboyan di rumah.
Meskipun kerendahan hati memang merupakan suatu kebajikan, terlalu berfokus pada hal itu dapat menyebabkan kesulitan dalam menerima pujian. Anda begitu khawatir dianggap sombong sehingga Anda mengabaikan atau meremehkan pujian yang datang kepada Anda.
Ketika mereka menerima pujian dan langsung menepisnya atau mencoba meremehkan prestasinya, karena tidak ingin terlihat sombong.
3. Pengabaian emosional
Pengabaian emosional pada masa kanak-kanak bersifat halus, sering kali tidak terlihat, namun meninggalkan dampak yang bertahan lama. Hal ini terjadi ketika kebutuhan emosional anak secara konsisten tidak terpenuhi oleh orang tua atau pengasuhnya.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
