Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 6 April 2025 | 00.09 WIB

7 Kalimat Paling Memalukan yang Sering Diucapkan Milenial dan Bikin Gen Z Langsung Geleng-Geleng Kepala

Gen Z sebagai pengguna instagram . (Freepik) - Image

Gen Z sebagai pengguna instagram . (Freepik)

JawaPos.com - Perbedaan antara generasi Milenial dan Gen Z tidak hanya terlihat dari gaya hidup dan preferensi digital, tetapi juga sangat mencolok dalam cara mereka berbicara.

Banyak kalimat atau istilah yang dulu populer di kalangan Milenial, kini dianggap ketinggalan zaman dan bahkan membuat Gen Z merasa "secondhand embarrassment".

Milenial, yang lahir antara tahun 1981 hingga 1996, memiliki banyak istilah khas yang mereka anggap keren dan relatable. Namun, bagi Gen Z yang lahir setelah tahun 1997 dan tumbuh di era media sosial yang serba cepat, kalimat-kalimat ini justru terdengar memalukan dan berlebihan.

Jika digunakan di hadapan Gen Z, siap-siap saja jadi bahan lelucon atau bahkan diabaikan karena dianggap terlalu “boomer vibes”.

Dilansir dari Geediting, Sabtu (5/3), berikut adalah 7 kalimat Milenial paling cringe yang bikin Gen Z auto memutarkan bola mata:

1. “Adulting is hard”

Kalimat ini sering digunakan Milenial ketika berhasil melakukan hal-hal sederhana seperti membayar tagihan, memasak sendiri, atau beres-beres rumah. Mereka menyebutnya sebagai "adulting" – semacam usaha untuk menjadi dewasa. Sayangnya, bagi Gen Z, ini terdengar seperti keluhan tidak perlu. Menjadi dewasa adalah bagian hidup, bukan prestasi. 

2. “I can’t even”

Ungkapan ini sering dipakai Milenial saat merasa terlalu overwhelmed untuk berkata-kata. Tapi buat Gen Z, kalimat ini terkesan dramatis dan tidak efisien. Mereka lebih suka menyampaikan emosi atau keluhan secara langsung tanpa perlu gaya berlebihan.

3. “On fleek”

Milenial mengadopsi istilah ini dari tren media sosial lama, biasanya untuk memuji tampilan sempurna, seperti “eyebrow on fleek”. Tapi Gen Z? Mereka menganggap istilah ini sudah basi. Bahkan, banyak dari mereka sudah tidak tahu lagi kapan terakhir kali mendengar kalimat ini dipakai secara serius. 

4. “YOLO”

“You Only Live Once” atau disingkat YOLO, dulunya digunakan Milenial untuk membenarkan keputusan spontan seperti traveling dadakan atau pesta semalaman. Tapi Gen Z, yang tumbuh di tengah krisis global dan ekonomi yang tidak pasti, lebih realistis. Bagi mereka, YOLO hanyalah alasan untuk bersikap sembrono. 

5. “Netflix and chill”

Awalnya terdengar polos, tapi makna istilah ini telah bergeser jauh dari arti harfiahnya. Saat Milenial masih berpikir itu berarti santai nonton film, Gen Z tahu kalau itu kode untuk sesuatu yang lebih intim. Ketika digunakan di luar konteks, siap-siap jadi bahan tawa. 

6. “Hashtag blessed”

Milenial kerap menggunakan ini di media sosial untuk menunjukkan rasa syukur. Tapi bagi Gen Z, itu terdengar seperti pamer terselubung alias humblebrag. Mereka lebih menghargai kejujuran dan ekspresi yang tidak berlebihan. 

7. “FOMO”

“Fear Of Missing Out” jadi istilah yang menggambarkan kecemasan Milenial saat merasa tertinggal tren atau kegiatan seru. Tapi Gen Z sudah tidak terpengaruh lagi. Mereka justru mengembangkan istilah baru: JOMO – Joy Of Missing Out, alias senangnya tidak ikut-ikutan.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore