
Gen Z sebagai pengguna instagram . (Freepik)
JawaPos.com - Perbedaan antara generasi Milenial dan Gen Z tidak hanya terlihat dari gaya hidup dan preferensi digital, tetapi juga sangat mencolok dalam cara mereka berbicara.
Banyak kalimat atau istilah yang dulu populer di kalangan Milenial, kini dianggap ketinggalan zaman dan bahkan membuat Gen Z merasa "secondhand embarrassment".
Milenial, yang lahir antara tahun 1981 hingga 1996, memiliki banyak istilah khas yang mereka anggap keren dan relatable. Namun, bagi Gen Z yang lahir setelah tahun 1997 dan tumbuh di era media sosial yang serba cepat, kalimat-kalimat ini justru terdengar memalukan dan berlebihan.
Jika digunakan di hadapan Gen Z, siap-siap saja jadi bahan lelucon atau bahkan diabaikan karena dianggap terlalu “boomer vibes”.
Dilansir dari Geediting, Sabtu (5/3), berikut adalah 7 kalimat Milenial paling cringe yang bikin Gen Z auto memutarkan bola mata:
Kalimat ini sering digunakan Milenial ketika berhasil melakukan hal-hal sederhana seperti membayar tagihan, memasak sendiri, atau beres-beres rumah. Mereka menyebutnya sebagai "adulting" – semacam usaha untuk menjadi dewasa. Sayangnya, bagi Gen Z, ini terdengar seperti keluhan tidak perlu. Menjadi dewasa adalah bagian hidup, bukan prestasi.
Ungkapan ini sering dipakai Milenial saat merasa terlalu overwhelmed untuk berkata-kata. Tapi buat Gen Z, kalimat ini terkesan dramatis dan tidak efisien. Mereka lebih suka menyampaikan emosi atau keluhan secara langsung tanpa perlu gaya berlebihan.
Milenial mengadopsi istilah ini dari tren media sosial lama, biasanya untuk memuji tampilan sempurna, seperti “eyebrow on fleek”. Tapi Gen Z? Mereka menganggap istilah ini sudah basi. Bahkan, banyak dari mereka sudah tidak tahu lagi kapan terakhir kali mendengar kalimat ini dipakai secara serius.
“You Only Live Once” atau disingkat YOLO, dulunya digunakan Milenial untuk membenarkan keputusan spontan seperti traveling dadakan atau pesta semalaman. Tapi Gen Z, yang tumbuh di tengah krisis global dan ekonomi yang tidak pasti, lebih realistis. Bagi mereka, YOLO hanyalah alasan untuk bersikap sembrono.
Awalnya terdengar polos, tapi makna istilah ini telah bergeser jauh dari arti harfiahnya. Saat Milenial masih berpikir itu berarti santai nonton film, Gen Z tahu kalau itu kode untuk sesuatu yang lebih intim. Ketika digunakan di luar konteks, siap-siap jadi bahan tawa.
Milenial kerap menggunakan ini di media sosial untuk menunjukkan rasa syukur. Tapi bagi Gen Z, itu terdengar seperti pamer terselubung alias humblebrag. Mereka lebih menghargai kejujuran dan ekspresi yang tidak berlebihan.
“Fear Of Missing Out” jadi istilah yang menggambarkan kecemasan Milenial saat merasa tertinggal tren atau kegiatan seru. Tapi Gen Z sudah tidak terpengaruh lagi. Mereka justru mengembangkan istilah baru: JOMO – Joy Of Missing Out, alias senangnya tidak ikut-ikutan.

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
