
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim saat pertemuan konsolidasi dengan tujuh menteri dan sembilan kepala lembaga di bawah lingkup koordinasi Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (31/10/2019). Adapun konsolidasi tersebut membahas percepatan pencapaian
JawaPos.com - Nasib malang menimpa seorang siswa dan guru SDN Gentong, Pasuruan, Jawa Timur. Di tengah kegiatan belajar mengajar, atap bangunan sekolah mendadak runtuh dan menimpa para siswa. Dua nyawa melayang dalam insiden ini.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim turut berbela sungkawa atas peristiwa tersebut. Dia meminta kepada jajarannya untuk mendalami penyebab runtuhnya atap sekolah tersebut.
"Saya sudah mengirim tim dari inspektorat jenderal untuk pergi ke sana dan menginvestigasi," kata Nadiem di komplek DPR RI Senayan, Jakarta, Rabu (6/11).
Nadiem berharap kejadian seperti ini tidak lagi terjadi di kemudian hari. Oleh karena itu, harus segera didapat kepastian penyebab insiden ini terjadi. Setelah itu bisa disusun langkah-langkah pencegahan.
"Saya sudah berbicara dengan wakil wali kota di situ dan kami komit untuk mendukung pemda, untuk menyelesaikan investigasinya dan memastikan bagaimana kita rencana ke depan untuk menghindari hal ini terjadi lagi," jelasnya.
Sebelumnya, insiden memilukan terjadi di UPT SDN Gentong, Kota Pasuruan, kemarin (5/11). Di tengah kegiatan belajar-mengajar, atap empat ruang kelas mendadak runtuh. Puluhan siswa tertimpa atap yang terbuat dari besi galvalum dan asbes itu. Dua nyawa melayang.
Empat ruang kelas yang atapnya ambruk tersebut adalah kelas II-B, II-A, V-B, dan V-A. Keempatnya berada di satu lokal. Terletak di bagian depan sekolah, berjejer dari selatan ke utara. Posisi lokal ruangan menghadap ke barat atau Jalan Raya KH Sepuh.
Korban tewas adalah Sevina Arsy Wijaya, 19, pegawai tidak tetap (PTT) di sekolah tersebut. Warga Jalan Slamet Riyadi, Kota Pasuruan, itu mengalami pendarahan otak setelah kepalanya tertimpa batu bata yang berjatuhan bersamaan dengan ambrolnya atap kelas. Korban lain bernama Irza Almira, 8, warga Kelurahan Gentong, Kecamatan Gadingrejo. Gadis kecil itu meninggal setelah tertimpa galvalum dan asbes. Dia mengalami pendarahan di belakang kepala dan memar di wajah.
Sebanyak 14 anak juga mengalami luka-luka. Berdasar informasi pihak RSUD dr R. Soedarsono Kota Pasuruan, yang mengalami luka-luka adalah para siswa. Yakni, M. Zidan Izzulhaq, 8; Alysa, 7; Aisya, 7; Siti Rohmania, 8; Ahmad Gerhana Putra, 8; Mukhamad Putra, 8; AD, 8; Nada Fathiya, 8; Kina, 8; Akbar, 8; dan Zahra Salsabila, 9. Mereka merupakan siswa kelas II-B dan II-A. Tiga korban lain adalah siswa kelas V-A. Yakni, Abdul Mukti, 11; Wildamul F., 11; dan Dina Hilda Andin, 10.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Profil Matheus Lagoa! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya
Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
