
Ilustrasi
JawaPos.com – Sebanyak 300 pak kantong semen berisi 30 juta petasan korek api gagal masuk Jakarta. Jajaran Sat Reskrim Polres Indramayu berhasil menggagalkan pengiriman petasan tersebu. Dalam kasus ini polisi menangkap lima pelaku.
Mereka adalah pemilik petasan, Warjai (41), Wawan Cartiwan (39), Rismaya (32) dan Rudi Hartono (26); serta sopir asal Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Sudarmo alias Damos (47).
Kepala Polres Indramayu, AKBP Arif Fajarudin mengatakan, ratusan petasan itu dibawa dengan menggunakan micro bus. Polisi menangkap mereka saat melintas di Jalan Raya Lohbener, Kabupaten Indramayu, Sabtu (27/5) sekitar jam 17.15 wib.
“Kami juga mengamankan satu mobil Isuzu micro bus nopol E 7010 KW yang dipakai mengangkut petasan,” kata Arif Fajarudin, Senin (29/5).
Menurut dia, petasan ini akan dijual ke Jakarta. Pelaku dan barang bukti selanjutnya dibawa ke Polres Indramayu.
Para tersangka dijerat Pasal 1 Undang-Undang Darurat No 12 tahun 1951 dengan ancaman hukum mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya 20 tahun. (MGN/lj/yuz/JPG)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Profil Matheus Lagoa! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya
Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
