
Puluhan kader dan organisasi sayap Partai Gerindra saat menggelar aksi protes ke kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra Sumatera Barat (Sumbar) di jalan Bagindo Aziz Chan Nomor 34 Sawahan, Kota Padang, Kamis siang (19/7).
JawaPos.com - Puluhan kader dan organisasi sayap Partai Gerindra menyeruduk kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra Sumatera Barat (Sumbar) di Jalan Bagindo Aziz Chan Nomor 34 Sawahan, Kota Padang, Kamis (19/7) siang.
Mereka menuntut, Ketua DPD Gerindra Sumbar, Nasrul Abit dan Sekretaris Desrio Putra segera mundur dari jabatannya. Hal ini, menyusul adanya dugaan kecurangan yang dilakukan internal DPD Gerindra Sumbar dalam menetapkan daftar calon sementara (DCS) dan perolehan nomor urut Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) 2019.
Koordinator aksi yang juga Penasehat DPD Gerindra Sumbar, Hanafi Zein mengatakan, aksi protes terhadap pengurus DPD Gerindra Sumbar didasari beberapa persoalan. Diantaranya, ada berkas Bacaleg DCS di Sumbar dan di Kota Padang yang ditinggalkan dan tidak disampaikan ke pengurus Dewan Perwakilan Pusat (DPP) Gerindra.
Padahal, dua nama daftar bakal calon yang hilang sebelumnya telah tertuang dalam SK DPP Gerindra. Adapun SK yang keluar itu di antaranya dengan nomor 07-059/Kota/BACALEG/DPP-GERINDRA/2018 untuk DPRD Provinsi. Selanjutnya SK DPP nomor 07-073/Kpts/BACALEG/DPP-GERINDRA/2018 untuk DPRD Kota.
"Ada pula perubahan nama Bacaleg di Dapil Sumbar dua. Dari Indra Kasman diganti menjadi Mahyuddin," kata Hanafi Zein di depan puluhan kader.
Tidak hanya dua SK DPP daftar bakal calon legislatif tersebut yang hilang. Hal yang sama juga terjadi dengan SK DPP di daerah lainnya se-Sumbar. "Amanah partai yang berupa marwah partai jangan dikangkangilah, kita harus mempunyai etika pengurusannya," katanya.
"Namanya saya juga hilang dari daftar Bacaleg dua hari menjelang SK DPP turun," sambugnya.
Atas hal tersebut, oknum Pengurus DPD Gerindra Sumbar dianggap telah menzholimi kader. Sehingga, lahirlah aksi protes yang menuntut Ketua dan Sekretaris mundur dari kursi jabatannya.
Sementara itu, kader Sarjana Penggerak Desa (SPD) Sumbar, Alhadi menegaskan, dirinya diminta DPP untuk ikut memantau gejolak yang terjadi di Gerindra Sumbar. "Saya melihat, Pengurus DPD Gerindra Sumbar saat ini tidak transparan dalam hal pencalonan legislatif 2019," katanya.
Bahkan lanjut Alhadi, Pengurus DPD Gerindra Sumbar tidak pernah melibatkan SPD dalam kegiatan Partai. "Kami dipandang sebelah mata. Padahal, kami kader muda yang disiapkan, dilatih, dididik oleh Pak Prabowo di Hambalang," tegasnya.
Aksi orasi yang dibarengi dengan poster, spanduk bertuliskan tuntutan mundur Ketua dan Sekretaris DPD Gerindra Sumbar akhirnya usai sekitar pukul 12.30 WIB.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022