Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 Februari 2021 | 23.03 WIB

Dinas ESDM Jateng Berupaya Nyalakan Kembali Api Abadi Mrapen

Kondisi situs api abadi Mrapen yang padam di Desa Manggarmas, Godong, Grobogan, Jawa Tengah. Yusuf Nugroho/Antara - Image

Kondisi situs api abadi Mrapen yang padam di Desa Manggarmas, Godong, Grobogan, Jawa Tengah. Yusuf Nugroho/Antara

JawaPos.com–Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah berupaya menyalakan kembali api abadi Mrapen di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan. Saat ini, api abadi padam karena diduga ada kebocoran gas.

”Kami akan melakukan pemetaan jalur gas alam bawah tanah dan survei di mana jebakan (gas) yang paling besar. Bagaimana pun api Mrapen akan kami pertahankan karena sudah jadi destinasi wisata dan ikon Grobogan,” kata Kepala Bidang Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan (EBT) Dinas ESDM Jateng Imam Nugroho seperti dilansir dari Antara di Semarang, Senin (1/2).

Dia menjelaskan, upaya pencarian titik gas tersebut menggunakan soil resistivity (geolistrik) atau alat untuk mengukur lapisan tanah dan menampilkan jebakan-jebakan atau jalur gas alam yang hasilnya akan tampak dalam bentuk tiga dimensi. Hasil dari pencarian titik gas tersebut, akan ditentukan titik mana yang paling besar, kemudian akan dieksploitasi atau dimanfaatkan.

”Gas dari titik yang paling besar tersebut akan disalurkan dengan menggunakan pipa ke lokasi destinasi wisata api abadi Mrapen,” ujar Imam Nugroho.

Dia optimistis dengan langkah itu, api abadi Mrapen akan kembali menyala tahun ini. ”Pembangunan sekitar 3–4 bulan, jadi maksimal 6 bulan ke depan sudah ada hasilnya,” tutur Imam Nugroho.

Jika api abadi Mrapen sudah kembali menyala, Dinas ESDM Jateng meminta agar pengusaha atau warga tidak membuat sumur dan melakukan pengeboran di sekitar lokasi objek wisata tersebut. ”Kalau orang ngebor harus ada izin dulu. Tidak bisa sembarangan,” tegas Imam Nugroho.

Mengenai sumur di belakang minimarket yang menyebabkan api abadi Mrapen padam, tidak akan ditutup karena jika ditutup, justru berbahaya karena dikhawatirkan jalur gas yang sudah terbentuk secara alami bisa berubah dan bocor ke mana-mana.

”Lebih baik dimanfaatkan saja. Sebenarnya di seberang minimarket itu ada sumur gas yang selama ini sudah dimanfaatkan warga setempat,” kata Imam Nugroho.

Situs api abadi Mrapen pernah digunakan untuk menyalakan obor Pekan Olahraga Nasional (PON), POR PWI, Haornas, Ganefo, hingga obor upacara Hari Raya Waisak. Api abadi padam sejak 25 September 2020 akibat berhentinya suplai gas karena diduga ada kebocoran.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=Yd--E9S0zMY

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore