Logo JawaPos
Author avatar - Image
15 Januari 2025, 00.20 WIB

Pemprov DKI Dorong Komdigi Takedown Aplikasi Jagat Jika Picu Kerusakan Lebih Lanjut

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

 
JawaPos.com - Pemprov DKI Jakarta akan bersurat ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI untuk mengevaluasi aplikasi permainan koin jagat tersebut. Hal itu sebabkan lantaran permainan koin jagat dalam aplikasi itu telah menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas umum. 
 
Penjabat (Pj) Gubernur Teguh Setyabudi menegaskan, akan meminta agar aplikasi tersebut di take down jika semakin menimbulkan dampak negatif.
 
"Pastinya ada beberapa variable, tapi kalau memang lebih banyak dampak negatifnya mudah-mudahan juga bisa di-takedown," ujar Pj Gubernur Teguh, Selasa (14/1).
 
Diketahui, Koin Jagat merupakan salah satu permainan yang ada di dalam aplikasi Jagat. Keberadaan koin itu dapat diketahui dengan melihat peta yang berada di aplikasi. Koin itu kemudian disembunyikan di lokasi yang sulit ditemukan. 
 
Hal itu mendorong para pemburu untuk mencari hingga ke semak-semak, memeriksa selokan, bahkan mencongkel keramik dan lainnya. Akibatnya, banyak fasilitas umum yang mengalami kerusakan.
 
Teguh mengatakan, pihaknya telah Diketahui, keberadaan koin itu dapat diketahui dengan melihat peta pada aplikasi itu. Koin itu kemudian disembunyikan di lokasi yang sulit ditemukan. 
 
 
Hal itu mendorong para pemburu untuk mencari hingga ke semak-semak, memeriksa selokan, bahkan mencongkel keramik dan lainnya. Akibatnya, banyak fasilitas umum yang mengalami kerusakan.
 
Teguh mengaku telah mengambil langkah tegas dengan mengerahkan Satpol PP dan Dinas Pertamanan untuk memperketat penjagaan di fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) di Jakarta. Sehingga perusakan yang dilakukan oleh pemburu koin jagat dapat dicegah. 
 
"Kita tahu kemarin sudah ada yang di GBK, kemudian di Taman Suropati dan kita juga wilayah area yang potensial untuk main coin jagat juga sudah kami jaga, baik itu lewat kata-kata pengumuman, ada perda yang mengatur juga kemudian juga mungkin nanti kita kasih batas lewat pita-pita dan berapa lainnya," terangnya. 
 
Ia mengimbau, masyarakat untuk bijak dalam memainkan game tersebut. Sehingga, fasos dan fasum yang telah dibangun dapat betul-betul difungsikan untuk kepentingan publik. 
 
"Mengimbau seluruh warga masyarakat yang memainkan game coin jagat hendaknya betul-betul juga bisa memelihara, menjaga fasos dan fasum tersebut karena ini dibangunkan untuk kepentingan publik," katanya. 
 
Sebelumnya, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta Satriadi Gunawan mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan perusakan fasilitas umum (fasos) dan fasilitas umum (fasum) dalam mencari koin dari aplikasi jagat itu.  
 
Sebab, terdapat ancaman sanksi pidana dan denda bagi pelanggar. Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) 8 TAHUN 2007 tentang Ketertiban Umum, Pasal 61 ayat (3), setiap orang atau badan yang melanggar ketentuan Pasal 12 huruf /(b) dikenakan ancaman pidana kurungan paling singkat 30 hari dan paling lama 180 hari atau denda paling sedikit Rp. 5.000.000 dan paling banyak Rp. 50.000.000.
 
"Merusak fasilitas umum atau melakukan kegiatan di ruang publik yang menyebabkan gangguan ketertiban dan kenyamanan bisa dikenakan ancaman sanksi, baik pidana maupun administratif," ujarnya, Senin (13/1).
 
*Mengenal Aplikasi Jagat Buatan Orang Indonesia Yang Trending 1 di Playstore*
 
Dalam beberapa hari terakhir, video perburuan Koin Jagat menjadi trending di media sosial. Sayangnya, aktivitas ini juga memicu kerusakan sejumlah taman, yang menuai sorotan dari berbagai pihak. Namun, di balik kehebohan tersebut, aplikasi Jagat sebenarnya jauh lebih dari sekadar berburu koin.
 
Diolah dari berbagai sumber, Aplikasi Jagat, merupakan sebuah aplikasi media sosial berbasis lokasi yang telah diluncurkan sejak 2022. 
 
Fakta menariknya adalah bahwa salah satu pendiri Jagat, Barry Beagen, merupakan warga negara Indonesia. Barry merupakan lulusan Massachusetts Institute of Technology (MIT) dengan gelar Master of Architecture. Tercatat riwayat pendidikan S1 di Cornell University di bidang Civil and Environmental Engineering.
 
“Kami ingin menciptakan aplikasi sosial yang lebih fokus ke hubungan antar orang, bukan sekadar postingan. Jagat dirancang untuk mempererat hubungan dengan teman dekat, bertemu teman baru, dan mengajak orang untuk lebih banyak beraktivitas di dunia nyata, bukan hanya sekedar scrolling pasif,” jelas Barry melalui akun resmi @jagatapp_id dikutip JawaPos.com, Selasa (14/1).
 
Aplikasi ini juga telah menarik perhatian global dengan pengguna dari berbagai negara seperti Jepang, Taiwan, Vietnam, Spanyol, Prancis, dan Singapura. Saat ini, aplikasi Jagat merupakan aplikasi paling populer pertama dalam peringkat Google Play Store. Disusul oleh aplikasi CapCut dan TikTok pada urutan kedua dan ketiga. 
 
Meski saat ini yang tengah banyak mendapat sorotan ialah perburuan Koin Jagat, namun aplikasi ini juga menawarkan berbagai fitur menarik yang membuatnya berbeda dari aplikasi media sosial lainnya:
 
- Treasure Hunt: Menggabungkan dunia nyata dan virtual untuk berburu hadiah.
 
- Location Sharing Real-Time: Memudahkan pengguna untuk berbagi lokasi dengan teman-teman.
 
- NOW: Membagikan momen secara real-time melalui foto atau video.
 
- Your World & Status Update: Rekomendasi lokasi favorit dan spot menarik.
 
- Relationship Status: Memperbarui status hubungan langsung di aplikasi.
Berdasarkan sejumlah sumber, aplikasi ini telah mendapatkan pendanaan Seri A dari investor besar di Asia Tenggara, seperti Northstar Group dan Advanced Intelligence Group.
Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore