Logo JawaPos
Author avatar - Image
12 Maret 2026, 18.13 WIB

Mojtaba Khamenei Dikabarkan Terluka dalam Serangan Israel-AS, Tetap Jalankan Tugas sebagai Pemimpin Tertinggi Iran

Kenaikan Mojtaba Khamenei menandai pertama kalinya sejak Revolusi Islam 1979 kepemimpinan tertinggi Iran berpindah dari ayah kepada anak (The Guardian) - Image

Kenaikan Mojtaba Khamenei menandai pertama kalinya sejak Revolusi Islam 1979 kepemimpinan tertinggi Iran berpindah dari ayah kepada anak (The Guardian)

JawaPos.com - Pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, dilaporkan mengalami luka ringan di tengah rangkaian serangan militer yang menghantam negara tersebut. Meski demikian, ia disebut masih menjalankan tugas kepemimpinannya.

Seorang pejabat Iran mengatakan kepada Reuters pada Rabu bahwa Mojtaba tetap beroperasi meski terluka. Pernyataan ini muncul setelah televisi pemerintah Iran menyebutnya sebagai 'korban luka dalam perang'.

Sejak diumumkan sebagai pemimpin tertinggi Iran pada Minggu lalu, Mojtaba Khamenei memang belum terlihat di hadapan publik maupun menyampaikan pesan resmi kepada masyarakat.

Ketidakhadirannya memicu berbagai spekulasi, termasuk kabar bahwa ia ikut terluka dalam serangan udara yang dilancarkan oleh Israel dan Amerika Serikat.

Pria berusia 56 tahun itu dipilih oleh majelis ulama untuk menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang tewas dalam gelombang awal serangan pada 28 Februari. Ali Khamenei sebelumnya memimpin Iran selama beberapa dekade sebagai figur paling berpengaruh dalam struktur politik dan keagamaan negara tersebut.

Mojtaba sendiri dikenal sebagai tokoh garis keras yang memiliki kedekatan dengan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC). Kedekatan itu membuatnya sejak lama disebut-sebut sebagai kandidat kuat penerus kepemimpinan ayahnya.

Pejabat Iran yang memberikan keterangan tidak menjelaskan secara rinci kapan Mojtaba mengalami luka ataupun alasan ia belum tampil di depan publik sejak dilantik sebagai pemimpin tertinggi.

Serangan udara pertama dalam perang ini disebut-sebut menargetkan langsung pucuk kepemimpinan Iran. Selain menewaskan Ali Khamenei, televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa serangan tersebut juga merenggut nyawa ibu, saudara perempuan, dan istri Mojtaba Khamenei.

Laporan media juga menyebutkan Mojtaba turut terluka pada hari yang sama, termasuk di bagian kaki. Kondisi itu diduga menjadi salah satu alasan mengapa ia belum muncul secara langsung di hadapan publik atau melalui rekaman video sejak pengangkatannya.

Meski demikian, pejabat Iran menegaskan bahwa pemimpin tertinggi yang baru itu tetap menjalankan tugasnya di tengah situasi konflik yang masih berlangsung.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore