
Gambar tasset logam, sepotong baju besi abad ke-17 yang melindungi dada dan paha saat pertempuran (washingtonpost.com)
JawaPos.com - Pada akhir tahun 2023, telah ditemukan baju besi langka dari abad ke-17 yang disebut tasset, dirancang untuk melindungi dada dan salah satu paha pemakainya selama pertempuran.
Dilansir dari washingtonpost.com, tasset yang ditemukan terbuat dari lempengan logam, yang telah korosi setelah lebih dari 300 tahun, terpendam tanah di pedesaan Maryland.
Memiliki bentuk agak cekung, seukuran nampan, dan tidak terlalu besar. Travis Parno selaku direktur penelitian dan koleksi di Historic St. Mary’s City, penemuan tersebut memukau semua orang setelah dilakukan penyelidikan.
Penemuan itu merupakan salah satu dari serangkaian penemuan baru-baru ini yang dihasilkan dari proyek arkeologi besar yang pada tahun 2021.
Temuan tersebut digunakan untuk menemukan garis besar benteng palisade yang telah lama hilang, setelah didirikan di Maryland oleh pemukim kulit putih pertama pada tahun 1634.
Dibawa oleh penjajah Eropa pertama yang tiba pada pertengahan tahun 1600-an, untuk mendirikan salah satu pemukiman paling awal di wilayah yang kemudian menjadi Amerika Serikat.
Pada bulan Maret, proyek ini menemukan kerangka seorang remaja dengan patah kaki, kemungkinan temuan tersebut merupakan salah satu pendatang pertama.
Para arkeolog juga telah menggali gunting dari abad ke-17 dan dekorasi yang terbuat dari benang logam, kemungkinan hiasan tersebut berada pada sarung tangan atau mantel.
Selain itu, juga ditemukan garis panjang bangunan besar yang didirikan oleh para pemukim, setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
Travis Parno menyatakan bahwa garis besar struktur bangunan tersebut menandai salah satu bangunan terbesar dari masa kolonial awal yang pernah ia dan timnya temukan.
Menurutnya, mengingat periode waktunya, yaitu tahun 1630-an, penemuan tersebut benar-benar menjadi salah satu bangunan paling awal dan terbesar yang pernah dibangun di masa kolonial Maryland.
Catatan awal mengatakan bahwa para penjajah mulai membangun gudang dan pos jaga benteng ketika mereka tinggal di kapal yang membawa mereka dari Inggris melintasi Samudra Atlantik dan menyusuri Sungai St. Mary pada bulan Maret 1634.
Travis Parno mengatakan bahwa pada awal penggalian, para arkeolog melihat sesuatu yang tampak seperti bekas gudang bawah tanah, yang menurut mereka digunakan untuk penyimpanan dan kemudian dijadikan tempat sampah.
Mereka mulai melakukan penggalian dan menyadari bahwa ruang bawah tanah tersebut terhubung dengan sebuah bangunan besar.
Hal tersebut ditandai dengan penemuan pola noda di tanah yang ditinggalkan oleh tiang-tiang kayu.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
