
ILUSTRASI: Singapura sempat trending di medsos usai ada tudingan mendukung Israel. (Channel News Asia)
JawaPos.com - Sejak serangan Hamas pada 7 Oktober dan serangan balasan Israel di Gaza, telah terjadi peningkatan sentimen anti Singapura dari seluruh wilayah di media sosial. Hal ini disampaikan Menteri Hukum dan Dalam Negeri Singapura Shanmugam.
Dilansir dari Strait Times News pada Selasa (28/11), Shanmugam berbicara tentang dampak peristiwa di Timur Tengah terhadap Singapura dan juga terhadap pekerjaan tim dalam negeri.
Contoh komentar yang menyerang Singapura termasuk mereka yang melihat Singapura sebagai pro Barat atau pro Israel.
Baca Juga: Hadiri Wisuda Prabhatar, Kapolri: Wujud Komitmen Sinergisitas dan Soliditas TNI-Polri Sejak Dini
Yang lain menyebut Singapura sebagai Tanah Melayu seolah sejajar dengan Israel yang berada di tanah Palestina.
Shanmugam menegaskan posisi resmi Singapura dalam konflik yang sudah berlangsung lama ini adalah mendukung solusi dua negara.
Sebuah mosi parlemen telah disahkan baru-baru ini, yang mengakui hak Israel untuk mempertahankan diri, juga mengecam serangannya yang tidak proporsional terhadap Gaza.
Baca Juga: Museum Kretek Kudus, Lokasi Syuting Gadis Kretek yang Simpan 1.195 Koleksi Sejarah Kretek
Selama debat parlemen, Wakil Perdana Menteri Lawrence Wong menyoroti peningkatan retorika anti Singapura dan ancaman kekerasan.
"Ada juga seruan di dunia maya bahwa Singapura akan menjadi sasaran serangan roket dan bom," ujar Shanmugam dilansir dari Channel News Asia.
"Kelompok seperti Al Qaeda dan ISIS serta para pendukungnya juga telah menggunakan konflik yang terjadi saat ini untuk memperbarui seruan mereka untuk melakukan serangan. Ancamannya ada dan semakin tinggi," tegasnya.
Baca Juga: Kampanye Perdana di Sabang Aceh, Mahfud: Gaji Guru Ngaji Jadi Program Unggulan
Kelompok Hamas melancarkan serangan ke Israel pada tanggal 7 Oktober menewaskan sekitar 1.200 orang dan menangkap lebih dari 200 sandera.
Serangan udara, artileri dan angkatan laut Israel yang dibalas dengan serangan darat telah menewaskan sekitar 15.000 orang kata pemeirntah Hamas di Gaza.
