
Sejumlah pemain Timnas Indonesia mengikuti latihan terbuka di Stadion Madya Kompleks Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Selasa (24/3/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com-Debut John Herdman bersama Timnas Indonesia segera tiba. Momen ini akan tersaji saat skuad Garuda menghadapi Saint Kitts and Nevis dalam ajang FIFA Series 2026 pada 27 Maret 2026.
Laga yang digelar di Stadion Gelora Bung Karno ini tak sekadar uji coba biasa, melainkan titik awal era baru bagi tim Merah Putih.
Publik sepak bola nasional menaruh perhatian besar pada racikan strategi Herdman. Setelah era Shin Tae-yong yang identik dengan permainan disiplin dan intensitas tinggi, dan era total football Patrick Kluivert, kini muncul rasa penasaran terhadap pendekatan yang akan diusung pelatih asal Kanada tersebut.
Dari sesi latihan yang sudah digelar, ada indikasi kuat bahwa Herdman tidak akan melakukan perubahan drastis.
Ia justru cenderung melanjutkan fondasi taktik yang sudah terbentuk sebelumnya. Formasi tiga bek diperkirakan tetap menjadi pilihan utama, dengan skema 3-4-2-1 sebagai kerangka dasar permainan.
Di sektor penjaga gawang, nama Emil Audero disebut-sebut memiliki peluang besar untuk tampil sebagai starter.
Pengalamannya di level Eropa menjadi nilai tambah di tengah persaingan yang cukup ketat di posisi tersebut.
Sementara itu, lini belakang diprediksi diisi oleh kombinasi tiga bek yang cukup solid, yakni Rizky Ridho, Jay Idzes, dan Justin Hubner. Ketiganya dinilai punya keseimbangan antara kemampuan bertahan dan distribusi bola dari lini belakang.
Kehadiran mereka diharapkan mampu menjaga stabilitas pertahanan sekaligus membantu transisi ke lini tengah.
Di sisi sayap, Kevin Diks dan Eliano Reijnders berpotensi menjadi pilihan utama. Keduanya dikenal memiliki mobilitas tinggi dan mampu menjalankan peran ganda, baik saat bertahan maupun menyerang.
Peran wing-back akan sangat krusial dalam skema ini, terutama untuk membuka ruang dan menjaga lebar permainan.
Lini tengah kemungkinan besar tidak akan diisi gelandang kreatif murni. Herdman tampaknya lebih memilih pemain dengan karakter pekerja keras seperti Joey Pelupessy dan Calvin Verdonk.
Keduanya diproyeksikan menjadi poros permainan yang mengatur tempo sekaligus menjaga keseimbangan tim.
Untuk lini depan, Ole Romeny diprediksi menjadi ujung tombak. Ia akan didukung oleh pergerakan cepat dari Ragnar Oratmangoen dan Yakob Sayuri di belakangnya.
Kecepatan dan agresivitas menjadi kunci dalam skema ini, terutama untuk memaksimalkan serangan balik cepat.
