Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 2 April 2025 | 18.40 WIB

Profil Ray Sahetapy: Sang Legenda Perfilman Indonesia yang Abadi

Ray Sahetapy semasa hidup saat bersama anak dan cucu. Ray Sahetapy meninggal dunia pada Selasa (1/4). (Intagram @ramputs) - Image

Ray Sahetapy semasa hidup saat bersama anak dan cucu. Ray Sahetapy meninggal dunia pada Selasa (1/4). (Intagram @ramputs)

JawaPos.com – Dunia perfilman Indonesia kehilangan salah satu aktor terbaiknya, Farence Raymond Sahetapy atau yang lebih dikenal sebagai Ray Sahetapy. Aktor yang dikenal dengan kemampuan aktingnya yang luar biasa ini meninggal dunia pada Selasa, 1 April 2025 di usia 68 tahun. Namun, warisannya di industri hiburan akan terus dikenang.

Perjalanan Karier: 45 Tahun Menghidupkan Karakter

Ray Sahetapy memulai debutnya di dunia film pada tahun 1980 dengan membintangi "Gadis," sebuah film arahan Nya' Abbas Akup. Dalam film ini, ia dipertemukan dengan Dewi Yull, yang kemudian menjadi istrinya. Sejak saat itu, namanya semakin dikenal dan dihormati di industri perfilman.

Dikenal dengan peran-perannya yang penuh emosi dan karakter yang mendalam, Ray tampil dalam banyak film ikonik seperti Ponirah Terpidana (1983), Tatkala Mimpi Berakhir (1987), dan Jangan Bilang Siapa-Siapa (1990).  

Saat industri film Indonesia mengalami mati suri, Ray tak menyerah. Ia membangun sanggar teater dan membentuk komunitas seni di pinggiran kota. Lewat sanggar ini, ia bahkan sempat menggemparkan publik dengan gagasannya untuk mengubah nama Republik Indonesia menjadi Republik Nusantara.

Kehidupan Pribadi: Cinta, Perceraian, dan Keputusan Besar

Ray menikah dengan Dewi Yull pada 16 Juni 1981, meski awalnya tanpa restu dari keluarga karena perbedaan agama. Namun, demi keluarganya, Ray akhirnya menjadi mualaf pada 1992. 

Pernikahan mereka bertahan lebih dari dua dekade dan dikaruniai empat anak. Sayangnya, pernikahan itu berakhir pada 2004 setelah Dewi Yull menggugat cerai karena Ray berencana menikah lagi.

Tak lama setelah perceraian, Ray menikahi Sri Respatini Kusumastuti, seorang pengusaha dan akademisi di bidang seni pertunjukan.

Aktor dengan Dedikasi Tanpa Batas

Ray Sahetapy bukan hanya seorang aktor, tetapi juga seorang mentor bagi banyak generasi muda di dunia seni peran. Kembalinya ke dunia film pada 2006 lewat Dunia Mereka menunjukkan dedikasinya yang tak tergoyahkan. Bahkan, dalam Kongres PARFI tahun yang sama, ia dipercaya menjadi salah satu ketua organisasi tersebut.

Kini, Ray Sahetapy telah tiada, tetapi namanya tetap hidup dalam hati para penggemarnya dan dalam sejarah perfilman Indonesia. Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi dunia seni, tetapi karyanya akan selalu menginspirasi.

Selamat jalan, Ray Sahetapy. Sang maestro yang abadi.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore