Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 6 Desember 2024 | 22.40 WIB

Viral Lagi! Video Lawas Miftah Maulana Lontarkan Kata Melecehkan Kepada Yati Pesek, Area Sensitif Jadi Bahan Candaan

Miftah Maulana. (Dok Jawa Pos) - Image

Miftah Maulana. (Dok Jawa Pos)

JawaPos.com- Buntut kasus Miftah Miftah dengan penjual es teh semakin melebar. Usai jadi bulan-bulanan mengucapkan kata kurang pantas pada pedangang es teh, kini video lawas Miftah Maulana dengan sinden sekaligus pelawak Yati Pesek kembali diviralkan oleh netizen.

Dalam unggahan video yang ditelusuri oleh JawaPos.com pada Jumat (6/12), di instagram Radar Tulungagung memperlihatkan bahwa Miftah Maulana sedang melakukan obrolan di salah satu acara dengan Yanti Pesek.

Di depan panggung, ia melontarkan sebuah kalimat yang merendahkan sosok pemain ketoprak kelahiran 1952 itu.

Terlihat Miftah Maulana mengatakan rasa syukurnya terhadap Yati Pesek karena memiliki paras yang jelek dan memilih menjadi sinden.

Dia juga mengatakan kalau Yati Pesek cantik akan menjadi perempuan nakal dengan kalimat yang cukup menohok.

"Kulo niku bersyukur Bude Yati Elek (panggilan akrabnya), mulo dadi sinden. Lek ayu dadi lo*te to?" ucap pria kelahiran Lampung Timur itu dengan menggunakan bahasa jawa dihadapan penonton.

Tidak hanya itu saja, dalam video tersebut, Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan itu juga melontarkan kata Baj*ngan kepada Yati Pesek.

"Niki wau lagune bajing loncat. Baj*ngane kulo ajak munggah niki (Ini tadi lagunya bajing loncat. Baj*ngane saya ajak naik panggung ini)," ucap dia kepada Yati Pesek.

Area sensitif dari Yati Pesek pun juga jadi bahan candaan Miftah Maulana. "....ngko lek expired kenek susune (soalnya susunya sudah kadaluwarsa)," ujarnya.

Yati Pesek pun tampaknya kaget dengan candaan yang dikatakan oleh sosok yang kerap dianggap sebagi ustadz. Sebab candaan itu tidak merepresentasikan bahwa dia adalah seorang pemuka agama.

"Sakiki kok dadi suarane koyok ngunu, untung gus gus sakiki kowe neng kene ora ustad yo, kyai yo dudu yo (sekarang kok siarannya menjadi seperti itu, untung kamu disini bukan ustad ya, bukan kyai juga)," ucap Yati.

 ***
 
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore