
Habib Muchsin Alattas (berkaca mata)
JawaPos.com - Salah satu saksi kejadian pembakaran mobil di kawasan Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur pada Sabtu (15/4) malam adalah Habib Mucshin Alattas yang menjabat Imam DPP FPI Jakarta. Menurutnya, pembakaran mobil itu adalah bentuk teror yang hendak memprovokasi umat Islam menjelang Pilgub DKI Jakarta.
Dituturkan, kronologi kejadian bermula ketika dia menggelar kegiatan peringatan Isra Miraj di kantor DPP FPI Jakarta yang ada tepat di samping gedung Badan Narkotika Nasional (BNN). "Acara itu dimulai sejak sore," kata dia di Masjid Al Ittihad, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (16/4).
Acara peringatan Isra Miraj itu mengundang Habib Rizieq Shihab sebagai pembicara. Habib Muchsin mengaku berinisiatif menjembut Rizieq di kediamannya karena yang bersangkutan sedang dalam keadaan kurang sehat.
Karena macet, dia sampai bersama Rizieq baru tiba lagi di lokasi sekitar pukul 21.45 WIB. Acara Isra Miraj merupakan kegiatan rutin yang digelarnya rutin setiap tahun. "Selama 19 kali digelar, baru kali ini kejadian seperti ini," ucapnya.
Menurutnya memang, ketika hari kejadian tanggal 15 April itu bertepatan dengan ulang tahun dia, sehingga kegiatan itu diisi dengan pemberian santunan dan bantuan kepada kaum-kaum yang membutuhkan. Untuk pengamanan, kata dia, panitia dibantu oleh anggota polisi sekitar 40 personel.
Lalu kata dia, pada pukul 23.00 WIB, Rizieq mulai menyampaikan tausiyahnya kepada ribuan umat yang hadir dan memadati lokasi. Kemudian, pada pukul 00.05 WIB, tausiyah berakhir dan Rizieq menutup dengan doa.
"Ketika itu kami menggunakan toa yang biasa dipakai aksi bela islam, karena kalau menggunakan speaker biasa dikhawatirkan banyak ummat yang hadir tidak bisa mendengarkan ceramah. Nah pas mau ditutup saya mendengar ada ledakan," ungkapnya.
Tak hanya itu, dia juga melihat ada mobil yang berkobar api dan meluncur dari Pancoran ke arah umat yang sedang berdoa. "Untungnya ada motor terpakir, jadi mobil tertahan dan umat bisa menyelamatkan diri," terangnya.
Kebetulan, kata dia, puluhan anggota polisi yang ada di sana pas sebelum kejadian digeser karena membubarkan tawuran yang terjadi tak jauh dari lokasi. "Guna menahan agar umat tidak terprovokasi, maka saya dan Habib Rizieq bertahan di sana hingga tim gegana datang pada pukul 03.00 WIB," kata dia.
Setelah dicek oleh tim, dipastikan dua mobil yang sempat dicurigai terdapat bom itu isinya hanya jeriken bensin dan solar. "Kasus ini sepenuhnya kami serahkan ke aparat berwajib, kami percayakan semuanya kepada polisi," sambung dia.
Untungnya kata dia, saat kejadian tak ada satupun korban luka maupun luka. Guna memudahkan pekerjaan polisi, mereka juga menyerahkan barang bukti dan sejumlah foto-foto jeriken bensin yang ada di mobil kepada polisi. "Semoga pelakunya bisa terungkap," tukas dia. (elf/JPG)

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
