Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 13 Januari 2025 | 17.34 WIB

Rahasia Merawat Janda Bolong, Monstera Adansonii, Supaya Tetap Subur dan Bertumbuh dengan Lebat

Monstera adansonii atau janda bolong. (freepik) - Image

Monstera adansonii atau janda bolong. (freepik)

JawaPos.com–Pernahkah Anda melihat tanaman dengan daun berlubang yang unik dan menarik? Inilah Monstera Adansonii atau banyak dikenal secara umum sebagai Janda Bolong yang populer dikoleksi sebagai tanaman hias di rumah.

Melansir Green Rooms Market, tanaman hias tersebut berasal dari Amerika Tengah dan Selatan dengan ciri khasnya yang berbentuk hati dan berwarna hijau cerah. Lubang-lubang di daunnya, yang disebut fenestrasi, mulanya merupakan bentuk adaptasi unik yang memungkinkan sinar matahari menembus tubuh daunnya yang lebar.

Adaptasi unik tersebut terjadi secara genetik saat daun mulai tumbuh dan kini menjadi lubang-lubang yang menjadi ciri Monstera Adansonii. Merawatnya tidak terlalu sulit tetapi juga tak mudah. Namun, dengan tips yang tepat, tanaman hias ini akan tetap subur dan bertumbuh lebih banyak.

Mengutip tanaman.com, Monstera Adansonii membutuhkan perlakuan khusus agar dapat tumbuh dengan baik. Pada dasarnya perawatan tanaman berlubang ini, tak berfokus pada penyiraman saja. Melainkan menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan tanaman.

Melansir dari Easy Plant, berikut merupakan tips dan trik untuk merawat tanaman yang dikenal dengan sebut Janda Bolong ini agar bertumbuh segar dan lebat.

Pencahayaan

Monstera Adansonii membutuhkan cahaya terang yang tidak langsung. Untuk itu, hindari paparan sinar matahari langsung, terutama di siang hari, karena dapat membakar daunnya.

Jika terpaksa diletakkan di bawah sinar matahari langsung, maka cukup 2-3 jam saja untuk diberikan asupan cahaya di pagi hari sebelum terik. Direkomendasikan untuk menempatkan tanaman ini di dekat jendela, namun tidak langsung terkena sinar matahari. Idealnya, tanaman berlubang ini berada dalam suhu 18 - 30 derajat celcius.

Media Tanam

Gunakan media tanam yang memiliki drainase yang baik, seperti campuran tanah, sekam, perlit dan cocopeat. Penggunaan tanah gambut dengan lubang drainase juga disarankan untuk menjaga kelembapan tanpa menyebabkan genangan air. Media tanam yang tidak terlalu padat akan memudahkan akar menyerap oksigen dengan baik.

Penyiraman

Perhatikan warna daun dan kelembapan tanah untuk menentukan kebutuhan air. Siram saat bagian atas tanah mulai kering.

Anda bisa memeriksanya dengan menusukkan jari sekitar 2-3 cm ke dalam tanah. Jika terasa kering, saatnya untuk menyiram. Seperti yang diterapkan pada tips media tanam, pastikan pot memiliki lubang drainase yang baik agar tidak menyebabkan busuk akar.

Frekuensi penyiraman umumnya setiap dua hari sekali, terutama saat cuaca panas. Kurangi frekuensi penyiraman saat musim hujan. Juga, hindari menyiram tanaman pada siang hari karena dapat menghambat pertumbuhan. Jika terjadi kelayuan daun, periksa kelembapan tanah dan tambahkan air sesuai kebutuhan.

Pemupukan

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore