alexametrics

Hoax Taliban Hukum Gantung Orang dengan Helikopter

4 September 2021, 05:48:54 WIB

TALIBAN sedang laris jadi bahan hoax. Contohnya kabar yang menyebut penguasa Afghanistan itu menggantung orang dengan helikopter. Agar lebih meyakinkan, informasi tersebut dilengkapi video yang memperlihatkan helikopter terbang rendah membawa seseorang di bawahnya dengan tali.

”Kelakuan Taliban, baru bisa make helikopter langsung pake buat gantung orang,” tulis akun Facebook Alan Israel pada 31 Agustus 2021 (bit.ly/TalibanGantungOrang).

Untuk dapat membedakan apakah orang yang dibawa helikopter itu sengaja digantung atau tidak, memang diperlukan foto dengan resolusi tinggi. Tapi, jika melihat unggahan akun Alan Israel dengan lebih teliti, orang di bawah helikopter tersebut tidak dalam posisi digantung. Dia tampak berpegangan pada tali. Kepalanya juga condong ke depan. Sangat berbeda dengan orang yang digantung dalam konteks eksekusi hukuman mati.

Hasil penelusuran menggunakan situs padanan gambar menunjukkan bahwa video yang sama pernah diunggah akun Twitter Shayan Sardarizadeh. Dia adalah seorang jurnalis investigasi dari media BBC. Pada 31 Agustus 2021 Shayan mengunggah versi video dengan kualitas gambar yang lebih jernih dan durasi yang lebih panjang.

Pria dalam video itu masih dapat bergerak, bahkan melambaikan tangan. Dia disebut hendak memasang bendera, tapi gagal. ”Kemungkinan merupakan upaya untuk memasang bendera di atas gedung publik, bukan digantung. Sebuah video terpisah dari insiden itu menunjukkan pria tersebut jelas hidup dan melambaikan tangan di udara,” tulis akun Shayan Sardarizadeh. Anda dapat membacanya di bit.ly/MauPasangBendera.

Dalam utas percakapannya, akun Shayan juga menyertakan tanggapan dari jurnalis Afghanistan Bilal Sarwary yang menyatakan bahwa aksi itu tidak memiliki kaitan dengan pembunuhan. Justru, Bilal mengonfirmasi langsung pilot helikopter tersebut.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : zam/c9/fat

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads