
Norman Joesoef (Republikorp) dan Baykar Makina usai penandatanganan kerja sama. (Republikorp)
JawaPos.com - Kabar mengenai CEO Republikorp, Norman Joesoef, yang disebut-sebut akan menjadi Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) dalam reshuffle kabinet Agustus 2026. Dia dinilai dapat membawa semangat baru bagi penguatan sektor pertahanan nasional.
Direktur Global Future Institute, Hendrajit, menilai latar belakang Norman di dunia industri strategis menjadi nilai tambah penting di tengah kebutuhan akselerasi inovasi pertahanan Indonesia.
Menurut Hendrajit, jika melihat rekam jejak dan kiprah Norman yang cukup intens di ranah industri, kehadirannya di Kementerian Pertahanan berpotensi mendorong atmosfer baru yang lebih segar dan produktif.
Hal itu dinilai penting karena perkembangan dunia industri dan ilmu pengetahuan serta teknologi saat ini berjalan saling berkelindan, terutama dalam pengembangan sektor strategis seperti pertahanan.
"Kalau saya baca dari latar belakang dan kiprahnya yang cukup intens di ranah industri, ini bisa mendorong atmosfer baru yang menyegarkan. Sebab dunia industri dan IPTEK saling berkelindan. Sehingga kreativitas dan inovasi di bidang industri strategis pertahanan dapat berproses lebih cepat di Kemhan," ujar Hendrajit, Jumat, 7 Agustus 2026.
Ia menambahkan, sepanjang Norman Joesoef benar-benar hadir sebagai figur pebisnis yang berbasis pada semangat industrialis, seperti yang tercermin dalam rekam jejaknya sebagai pendiri Republikorp, maka ada peluang besar untuk menghadirkan perubahan cara pandang di internal Kementerian Pertahanan.
Menurut Hendrajit, salah satu tantangan yang selama ini kerap melekat pada birokrasi adalah kecenderungan bergerak lambat dan kurang terbuka terhadap gagasan baru. Karena itu, kehadiran figur dari dunia industri dinilai dapat memberi dorongan pembaruan yang lebih adaptif terhadap perubahan zaman.
"Sepanjang sosok Norman Joesoef sejatinya memang pebisnis berbasis industriawan seperti terlihat dalam rekam jejaknya sebagai pendiri Republikorp, saya kira Norman bisa diharapkan merubah mindset Kemhan yang selama ini birokratis dan enggan menerima ide-ide baru," lanjutnya.
Lebih jauh, Hendrajit menekankan bahwa agenda besar pertahanan nasional tidak hanya berkaitan dengan kemandirian alutsista dan pengurangan ketergantungan terhadap negara lain, tetapi juga menyangkut pembangunan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pertahanan itu sendiri.
"Sebab lepas soal perlunya kemandirian dan kemampuan swadaya alutsista kita agar tak tergantung negara lain, Kemhan perlu mendorong sumber daya manusia yang KIK: Kreatif, Inovatif, dan Kritis," tegas Hendrajit.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022