Pelayanan Bank Syariah Indonesia (BSI).
JawaPos.com - Wakil Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Bob Tyasika Ananta mengatakan bahwa jumlah pembiayaan berkelanjutan (sustainable financing) yang disalurkan oleh pihaknya mencapai Rp 62,5 triliun per September 2024.
"Hingga kuartal III 2024, portfolio sustainable financing BSI mencapai Rp 62,5 triliun dengan komposisi green financing adalah Rp13,4 triliun dan social financing Rp 49,1 triliun," ucap Bob Tyasika Ananta di Jakarta, Rabu (30/10).
Tiga sektor utama dalam green financing tersebut mencakup pembiayaan pulp papers dengan sumber kayu bersertifikat ecolabel (eco-efficient) sebesar Rp 5,5 triliun, pembiayaan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan sebesar Rp 6,7 triliun, serta pembiayaan pembangkit listrik berbasis energi terbarukan Rp 700 miliar.
Sementara social financing disalurkan untuk pembiayaan perdagangan besar dan eceran (sektor mikro) senilai Rp 15,1 triliun serta pembiayaan usaha pertanian, kehutanan, dan perdagangan (sektor UKM) senilai Rp 24 triliun.
"Langkah ini sesuai dengan kebijakan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi UMKM," ujarnya.
Selain dengan menyalurkan pembiayaan, Bob menyatakan bahwa pihaknya juga menunjukkan komitmen yang kuat dalam mendukung pengembangan UMKM melalui pembangunan UMKM Center. Kini terdapat empat UMKM Center BSI, yakni di Aceh dengan pembiayaan Rp 41,9 miliar, Yogyakarta dengan pembiayaan Rp 3,7 miliar, Surabaya, Jawa Timur, dengan pembiayaan Rp 3,2 miliar, serta Makassar, Sulawesi Selatan, dengan pembiayaan Rp 22,87 miliar.
Masing-masing UMKM Center BSI tersebut memiliki 2.046 nasabah binaan, 948 nasabah binaan, 776 nasabah binaan, serta 259 nasabah binaan. Hingga September 2024, total pembiayaan yang disalurkan oleh perseroan kepada para pelaku UMKM di seluruh Indonesia mencapai Rp 49,2 triliun, terdiri dari Rp 15,1 triliun kepada pelaku usaha mikro, Rp 25,5 triliun kepada pelaku usaha kecil, serta Rp 8,6 triliun kepada pelaku usaha menengah.
Seiring dengan bertumbuhnya penyaluran pembiayaan UMKM, Bob menuturkan bahwa rasio pembiayaan inklusif makroprudensial (RPIM) perseroan meningkat menjadi 34,98 persen pada kuartal III tahun ini dari 34,75 persen pada kuartal III tahun lalu. Tidak hanya dengan menyalurkan pembiayaan bagi pelaku usaha kecil, ia mengatakan bahwa pihaknya juga berupaya untuk berkontribusi bagi masyarakat dan negara melalui zakat dan pajak.
Ia menyampaikan bahwa jumlah pajak yang telah dibayarkan oleh perseroan sejak terbentuk pada 2021 lalu hingga September 2024 mencapai Rp 5,3 triliun. "BSI juga telah menghimpun dana zakat perusahaan sejak merger hingga September 2024 kemarin sebesar Rp 602 miliar. Selain itu, ada zakat pegawai sebesar Rp 124 miliar dan juga zakat dari nasabah dan umum sebesar Rp 131 miliar," imbuhnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Soal Penolakan Pembangunan Gereja di Citraland, Wali Kota Eri: Tidak Sesuai Site Plan
Prediksi Skor Singapura vs Thailand: Ilhan Fandi Jadi Ancaman, Tuan Rumah Bisa Bikin Kejutan
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Pembangunan Gereja di Citraland Surabaya Ditolak Warga, Ternyata karena salah soal Perizinannya
Jadwal Siaran Langsung Sabah FC vs Persib Bandung di Dewata Challenge Series 2026: Live di Indosiar
5 Weton Aras Kembang yang Bisa Memikat Lawan Jenis karena Kharismatik danMempesona Menurut Primbon Jawa
