Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 2 Oktober 2018 | 19.00 WIB

Mencari Orang-orang Tercinta di Hotel yang Ambruk, Kampung yang Amblas

Seorang warga mencari anak nya di reruntuhan hotel roa rao yang hancur akibat gempa di kota palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9). - Image

Seorang warga mencari anak nya di reruntuhan hotel roa rao yang hancur akibat gempa di kota palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9).

Pencarian korban di Perumnas Balaroa terbantu petunjuk keluarga yang ikut mendampingi. Bagi yang menunggui evakuasi di Hotel Roa Roa, yang terpenting sekarang bagaimana anggota keluarga mereka segera ditemukan. Baik masih hidup maupun sudah meninggal. 


EDI SUSILO-NUR SOIMAH ULFA, Palu 


---


TANGIS Wildan Arsida langsung pecah begitu kantong jenazah itu dibuka. "Iya betul, itu ibu saya," kata perempuan 21 tahun tersebut sembari terisak. 


Rosmida, ibunda Wildan, adalah warga Perumnas Balaroa, Palu Barat. Kampung itu lenyap setelah tanah di bawahnya amblas menyusul gempa pada Jumat lalu (28/9).


Kala malaise itu terjadi, terang Wildan, sang ibu yang berusia 56 tahun tersebut ditemani dua keponakan.


Sedangkan dia dan suami tinggal di Duyu yang berjarak 5-6 kilometer dari Balaroa. "Ibu sudah ketemu, tapi saya tak tahu bagaimana nasib para keponakan saya," katanya.


Di kawasan Balaroa, tanah amblas hingga kedalaman 2-3 meter dari permukaan tanah. Membuat ratusan rumah warga di permukiman padat penduduk itu sudah tidak lagi berbentuk. 


Perumnas Balaroa adalah perumahan kedua di Palu yang dibangun pemerintah untuk PNS (pegawai negeri sipil). Yang kemudian tumbuh jadi salah satu perumahan terpadat di Kota Palu. 


Karena itu, diperkirakan ribuan warga terjebak di dalamnya. Juga, membuat puluhan jalan lenyap seketika. 


Bukan hanya di Balaroa, kampung yang lenyap karena tanahnya amblas juga terjadi di Kelurahan Petobo, Palu Selatan. Dan, di Desa Jonooge, Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi. 


Jadilah di hari-hari ini, terutama di Balaroa dan Petobo, seperti terpantau Jawa Pos dan Radar Sulteng, lokasi evakuasi dipenuhi mereka yang mencari orang-orang tercinta yang hilang. 


Di Petobo, Muhammad Anas juga dipaksa menerima kenyataan: Asifah (sang anak) tak akan bisa ditemukan lagi. "Kami sudah mencarinya ke mana-mana," katanya lirih. 


Pada Jumat menjelang magrib lalu itu, Anas, istri, dan ketiga anak mereka sedang berada di rumah. Saat Anas hendak mengambil wudu, tiba-tiba terasa guncangan sangat kuat. 


Lima anggota keluarga itu pun keluar rumah dan melihat gulungan tanah yang membesar. Disusul suara gemuruh mirip tanah longsor. "Saat itu kami lari semua. Menyelamatkan diri," kenang Anas. 

Editor: Ilham Safutra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore