JawaPos Radar

Wiro Sableng Belum Sebanding dengan Film Produksi Hollywood

16/08/2018, 06:50 WIB | Editor: Novianti Setuningsih
Wiro Sableng Belum Sebanding dengan Film Produksi Hollywood
Vino G Bastian, pemeran Wiro Sableng dalam film 'Wiro Sableng'. (Issak Ramadhan/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Film Wiro Sableng tampaknya menjadi film Indonesia yang sangat dinanti tahun ini. Terbukti, respons positif selalu dialamatkan pada perkembangan dari pembuatan film besutan Lifelike Pictures dan 20th Century Fox ini. Mulai dari kemunculan setiap karakter hingga rilis official trailer-nya.

Bahkan, film Wiro Sableng mulai dikatakan sebanding dengan film buatan Hollywood. Pasalnya, mampu menggandeng 20th Century Fox untuk bekerjasama dalam pembuatannya.

Tetapi, tampaknya pemeran Wiro Sableng, Vino G Bastian tak sepakat dengan anggapan itu. Vino mengatakan fim Wiro Sableng tidak bisa dibandingkan dengan film-film produksi Hollywood. Sebab, secara biaya produksi sudah kalah jauh.

WIRO SABLENG TRAILER - 30 AGUSTUS 2018 DI BIOSKOP [HD] OFFICIAL (YouTube/Lifelike Pictures)

"Kalau dibandingin sama film Hollywood, secara budget produksi jauh ya. Maksudnya, biaya produksi film dunia sangat jauh banget. Cuma paling nggak dengan potensi yang kita miliki, Wiro Sableng sudah bisa naik ke level yang bisa dibilang lebih tinggi lagi," kata Vino saat bertandang ke kantor Jawa Pos, Jakarta, belum lama ini.

Namun, Vino mengaku optimis film karya anak bangsa mampu menyaingi film-film produksi Korea Selatan dan India. Artinya, jika semakin ditingkatkan kualitasnya maka bukan tidak mungkin sekelas dengan produksi Hollywood.

"Kita mau dibandingkan dengan Hollywood, ya jujur saja masih jauh. Tapi kita bisa naik ke tingkat yang lebih tinggi lagi. Paling tidak bisa menyamakan level Korea dan India. Itu buat saya udah luar biasa. Tapi nggak menutup kemungkinan film Indonesia bisa sampai ke Hollywood. Kang Yayan (Yayan Ruhiyan) sendiri udah sampai ke Hollywood," ujarnya.

Film Wiro Sableng, menurutnya menjadi contoh bahwa film Indonesia memiliki kualitas. Terbukti, dilirik oleh 20th Century Fox. Oleh karena itu, sudah saatnya membuktikan pada dunia bahwa film karya anak bangsa berkualitas.

"Film ini dikomandoi oleh Lifelike, dengan desain yang orang Indonesia punya, dengan kualitas teman-teman Indonesia bisa menarik 20th Century Fox untuk bergabung. Berarti kan memang sumber dana manusia kita nggak kalah. Tinggal masalah kesempatan dan kemauan kita untuk membuktikan. Mudah-mudahan film ini bisa sukses, ditonton banyak orang," ungkap Vino.

Hal senada juga dikatakan pemeran Mahesa Birawa, Yayan Ruhiyan. Pria yang juga bertindak penata adegan laga di film Wiro Sableng ini mengatakan bahwa banyak film tanah air yang berkualitas. Untuk itu, membutuhkan dukungan dan kepercayaan dari rakyat Indonesia agar mampu sejajar dengan film produksi Hollywood.

"Kalau kita lihat tidak jarang film Indonesia yang bisa sejajar di festival film internasional dengan film Hollywood. Tinggal sekarang bagaimana kepercayaan masyarakat sendiri dan kami mengajak mari kita melihat karya bangsa kita tidak harus memakai kacamata orang luar," ujar Yayan.

Dalam pandangan Yayan, film Indonesia belum mendapat dukungan dan kepercayaan dari masyarakat. Terbukti, masih banyak yang datang ke bioskop mengeluh ketika melihat judul film Indonesia yang terpampang di jadwal tayang.

"Katakan itu (film Indonesia) tidak baik, beri kami kritik kalau sudah nonton. Ini belum nonton, baru liat judulnya udah gitu. Kalau orang luar udah ngomong ada film Indonesia bagus, baru ribut. Itu yang saya maksud mari kita lihat dengan kacamata kita sendiri, tidak memakai kacamata luar," pungkasnya.

Film Wiro Sableng diketahui adalah film Indonesia pertama yang mampu menggandeng salah satu studio film utama di industri film Hollywood, yakni 20th Century Fox untuk bekerjasama. Oleh karena itu, sepatutnya sebagai rakyat Indonesia berbangga dan memberikan apresiasi terhadap prestasi film karya Angga Dwimas Sasongko ini.

(str/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up