
Sejumlah pemain dalam lakon teater princess pantura sedang berjoged di atas panggung Jumat (20/4) malam
JawaPos.com - Suara dan joget sang biduan (Silir Pujiati) orkes keliling pantura yang menyanyikan lagu berjudul ‘Pokoke Joget’ begitu aktraktif. Sehingga membuat seluruh penduduk kampung Pantai Utara ikut berjoget, karena terbius oleh alunan musiknya. Tak terkecuali dengan Inayah (Inayah Wahid), Putri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid/ Gusdur yang berperan sebagai penjaga Warteg.
Tak mau kalah bergoyang seperti sang biduan, bak penyanyi dangdut profesional, Inayah pun turut melakukan aksi goyang ‘ngebor’ seperti yang biasa dilakukan biduan-biduan penyanyi orkes dangdut pantura. Sontak hal ini pun membuat semua pengunjung tertawa terkekeh, karena usai goyang, Inayah nafasnya ngos-ngosan.
Usai biduan kelompok orkes keliling yang digawangi oleh Marwoto (Pelawak senior) ini selesai bernyanyi, tiba-tiba, saat sedang beristirahat di Warteg milik Inayah, muncul seorang perempuan cantik (Sruti Respati) bersama pasangannya (Daniel Christianto), dan bosnya (Tarzan).
“Pakde apa kabarnya?,” tanya Sruti kepada Marwoto. Mendapat sapaan seorang perempuan cantik yang tak dikenalnya, awalnya Marwoto sempat terdiam. Namun setelah si perempuan cantik yang mengenakan pakaian kebaya ini memperkenalkan dirinya bahwa dia adalah Sruti keponakannya dulu, yang pernah berprofesi sebagai biduan keliling seperti anaknya, Marwoto pun akhirnya mengenalinya.”Owalah kamu Sruti toh,” ucap Marwoto heran.
“Pakde ini nggak pernah berubah ya penampilannya,” kata Sruti pada kerabatnya tersebut. Mendapat pertanyaan tersebut, Marwoto pun memuji dirinya sendiri setengah langit.” Memang aku ini konsisten kok. Konsisten jelek, dari kecil, dewasa, hingga tua konsisten. Konsisten jelek,” kata Marwoto disambut tawa pengunjung.
Setelah berbasa-basi, Sruti kemudian pamer tentang keberhasilannya menjadi seorang pedangdut terkenal. Sebagai tanda keberhasilannya, dia pun memberikan beberapa hadiah yang dibungkus goody bag kepada sang paman, namun tidak kepada sepupunya sendiri si Silir. Sebab, dia beranggapan bahwa Silir adalah pesaingnya di dunia tarik suara.
Kepada sang paman, Sruti bercerita jika dirinya bukan seperti Sruti yang dulu. Dia kini menjadi seorang penyanyi dangdut terkenal di tingkat nasional. Ini katanya berkat diorbitkan oleh bosnya, Tarzan.
Mendengar cerita keponakannya tersebut, Marwoto pun iri dan tergiur akan keberhasilan Sruti. Dia pun berkata kepada Sruti agar si Silir anaknya bisa ikut diorbitkan ke bosnya. Namun, bukanya menerima dengan tangan terbuka, Sruti malah bersikap ‘judes’ dan ogah membantu sepupunya. Kata Sruti, menjadi seorang biduan yang terkenal itu nggak gampang. Harus punya kualitas vokal yang bagus serta berbagai kemampuan lainnya. Hal itu menurut Sruti, nggak dimiliki oleh Silir, sepupunya. Sehingga tidak layak menjadi seperti dirinya.
“Kok kamu malah sinis sih Sruti, bukannya bantu Silir,” ucap Marwoto menegur keponakannya tersebut. Mendapat teguran sekaligus sindiran tersebut, Sruti bukanya menurut malah semakin marah. Dia tetap nggak terima jika Silir menjadi biduan terkenal.
Sruti tidak tahu, jika sebenarnya, Tarzan bosnya hanya memanfaatkan ketenaran, suara, dan kemolekan tubuhnya agar bisa meraup suara masyarakat pantura. Sebab Tarzan ingin mencalonkan diri menjadi seorang calon anggota legislatif di daerah pantura tersebut. Sehingga, agar dirinya memperoleh suara banyak, dan mendapat kursi jabatan, dia harus pintar-pintar menarik hati rakyat meskipun harus menghalalkan segala cara.
Namun, Sruti yang tengah mabuk kepayang dengan kesuksesan yang diraihnya sekarang, semakin tak bisa dikendalikan. Bahkan ketika kembali bertemu dengan mantan kekasihnya (Cak Lontong) yang sedang bersama temannya (Akbar), Sruti malah tak mempedulikannya. Alasannya, ini karena Sruti dulu merasa disakiti oleh Cak Lontong ketika masih menjadi ‘biduan kampungan’. “Kemana kamu dulu pergi meninggalkan aku, sakitnya tuh di sini,” kata Sruti sembari menunjuk dadanya.
Padahal Cak Lontong ingin menarik Sruti sebagai salah satu biduan yang akan memeriahkan kampanye yang akan dilakukannya, mengingat dia juga akan turut bersaing menjadi calon legislatif di daerah pantura seperti Tarzan.
Singkat cerita, untuk mencari sosok biduan kondang yang akan menjadi alat politiknya untuk meraih suara, Tarzan pun membuat ajang ‘Princess Idol’.
Sementara karena terpikat ingin menjadi seorang ‘Ratu Dangdut’, tanpa pikir panjang, Silir pun langsung mendaftar mengikuti ajang pemilihan biduan pantura tersebut. Tak terkecuali dengan Inayah-Mucle dan duo celeng yang diperankan Joned dan Dibyo Primus (Trio GAM).
Usai acara dibuka oleh MC (Wisben Antoro/ Trio GAM), Pertunjukkan pun dimulai dengan terlebih dahulu penampilan bintang tamu personil girl band JKT 48, dengan lagu ‘Sik Asik’ yang dipopulerkan Ayu Ting-ting.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
