Logo JawaPos
Author avatar - Image
10 Desember 2025, 17.48 WIB

PLN Minta Waktu untuk Terangi Daerah Bencana Terisolasi di Aceh Tamiang hingga Bener Meriah Aceh

Petugas PLN membangun kembali transmisi listrik usai hancur diterpa bencana. PLN nyatakan butuh waktu untuk memulihkan infrastruktur kelistrikan di daerah terisolasi di Aceh. (PLN) - Image

Petugas PLN membangun kembali transmisi listrik usai hancur diterpa bencana. PLN nyatakan butuh waktu untuk memulihkan infrastruktur kelistrikan di daerah terisolasi di Aceh. (PLN)

JawaPos.com – PT PLN (Persero) mengakui pemulihan jaringan listrik di sejumlah wilayah terdampak bencana di Aceh masih membutuhkan waktu.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyebut masih banyak titik terisolasi yang belum bisa dialiri listrik secara penuh akibat kerusakan jaringan dan akses yang sulit dijangkau. 

Darmawan menjelaskan, sebelumnya ada empat kabupaten yang dalam kondisi gelap total akibat dampak bencana. Mulai dari Takengon, Bener Meriah, Aceh Tamiang, hingga Aceh Gayo Lues. 

“Ada empat kabupaten yang masih terisolasi. Yaitu pertama adalah Kabupaten Aceh Tengah ibu kotanya Takengon, yang pada saat itu masih gelap gulita,” kata Darmawan dalam konferensi pers secara daring, dikutip Rabu (10/12). 

“Kemudian juga Bener Meriah yang ibu kotanya Simpang Tiga Redelong, pada saat itu juga gelap gulita. Serta Aceh Tamiang dengan ibu kotanya Kuala Simpang yang masih gelap gulita. Juga Aceh Gayo Lues dengan ibu kotanya Blangkejeren yang masih gelap gulita,” tambahnya. 

Namun kata Darmawan, PLN telah berhasil menyalakan kembali listrik di seluruh ibu kota kabupaten tersebut.

“Kami berhasil menyalakan empat kabupaten dari empat ibu kota yang tadinya masih gelap, saat ini sudah terang,” jelas Darmawan. 

Meski demikian, pemulihan belum sepenuhnya tuntas. Masih terdapat wilayah-wilayah pedalaman dan perbukitan yang mengalami isolasi karena infrastruktur listrik rusak parah.

PLN, kata Darmawan, masih terus mengupayakan perbaikan jaringan transmisi dan distribusi yang rusak di daerah-daerah tersebut. 

“Kami mengakui bahwa di daerah-daerah kabupaten tersebut masih banyak daerah yang terisolasi, yang kemudian kami masih membutuhkan waktu untuk memulihkan jaringan-jaringan tegangan-tegangan kami di daerah-daerah terisolasi tersebut," ujar Darmawan. 

"Baik itu di Aceh Tengah, di Bener Meriah, Aceh Tamiang maupun Gayo Lues. Jadi kami membutuhkan waktu,” imbuhnya.

Editor: Bayu Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore