
Wakil Direktur Garuda Indonesia Thomas Sugiarto Oentoro (tengah) melepas keberangkatan calon jamaah haji di Terminal 2, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (22/04/2026). (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com - Pemegang saham PT Garuda Indonesia (GIAA) merombak jajaran direksi dan komisaris perusahaan penerbangan pelat merah dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Kamis (8/10). Dalam rapat tersebut, Thomas Sugiarto Oentoro resmi ditetapkan menjadi Direktur Utama menggantikan Glenny H. Kairupan yang akan melanjutkan mandat sebagai Komisaris Utama, menggantikan Fadjar Prasetyo.
Manajemen menyebut pergantian kepemimpinan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat momentum perbaikan kinerja Garuda, seiring pertumbuhan pendapatan, pemulihan armada, dan penyusutan kerugian. Kesinambungan transformasi menjadi perhatian untuk memastikan pemulihan bisnis terus diikuti penguatan kondisi keuangan dan operasional perusahaan.
Sebelum menjabat Wakil Direktur Utama, Thomas merupakan Komisaris Independen Garuda Indonesia pada 2023–2024. Pengalaman di tingkat pengawasan dan pengurusan memberinya perspektif atas proses pembenahan serta tantangan yang dihadapi perusahaan.
Latar Belakang Thomas
Sebelum bergabung dengan jajaran direksi Garuda, Thomas menjabat Chief Risk Officer Indonesia Investment Authority atau INA pada 2024–2025. Perjalanan kariernya juga mencakup posisi Vice President Mezzanine Capital Unit di OCBC dan Managing Director di KV Asia Capital. Thomas menempuh pendidikan bidang keuangan di NYU Stern School of Business dan meraih gelar MBA dari University of Chicago Booth School of Business.
Latar belakang investasi dan manajemen risiko tersebut relevan dengan kebutuhan Garuda sebagai maskapai padat modal. Pemulihan armada dan pengembangan jaringan memerlukan keselarasan keputusan keuangan, operasional, dan komersial agar tambahan kapasitas turut memperkuat pendapatan serta arus kas perusahaan.
Menambah Nama Baru
Bersamaan dengan penunjukan Thomas, susunan pengurus Garuda diperkuat oleh sejumlah profesional dengan pengalaman internasional, baik di jajaran direksi maupun dewan komisaris. Posisi Direktur Komersial diisi Alan McIntyre, memiliki pengalaman sebagai Executive Manager Strategy di Qantas Group serta Chief Customer and Commercial Officer di Jetstar. Pengalaman tersebut dinilai relevan untuk mendukung penguatan strategi jaringan, pengelolaan pendapatan, dan pengalaman pelanggan.
Pada jajaran Dewan Komisaris, Jaan Albrecht dan Trey Urbahn ditunjuk sebagai Komisaris Independen. Jaan memiliki rekam jejak sebagai CEO Saudia Airlines, Austrian Airlines, dan Star Alliance. Sementara itu, pengalaman Trey mencakup peran penasihat dan pengawasan di sejumlah perusahaan penerbangan, termasuk Spirit Airlines, Etihad Airways, serta TAP Air Portugal.
Keterlibatan profesional internasional dapat dipahami dalam konteks kebutuhan kompetensi untuk menjalankan transformasi maskapai yang beroperasi di industri global. Pengalaman dari berbagai pasar diharapkan memperkaya pertimbangan bisnis dan penerapan praktik industri yang relevan dengan kebutuhan Garuda serta karakteristik pasar Indonesia.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Persik Kediri vs Madura United: Laskar Sape Kerap Punya Kans Menang di Brawijaya!
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Persipura vs RANS Nusantara: Produktivitas Gol Jadi Pembeda
Prediksi Skor Malaga vs Espanyol: Los Periquitos Bidik Poin, Tuan Rumah Terpuruk
Fraksi PKB Usulkan Pembentukan Pansus Tindak Lanjuti Putusan MK soal Ijazah Gibran
Prediksi Skor JDT vs Svay Rieng di ACC Cup: Harimau Selatan Diunggulkan Menang
Prediksi Lion City Sailors vs CAHN di ACC: Adu Kuat Tuan Rumah dengan Wakil Vietnam
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Alfa Penyintas Stroke Jalan Kaki 21 KM Dengan Rute Garuda

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022