JawaPos.com - Pengelola jaringan ATM Bersama, PT Artajasa Pembayaran Elektronis (Artajasa) memprediksi akan terjadi lonjakan transaksi keuangan 80 hingga 90 juta transaksi pada periode libur Lebaran Idul Fitri 2023.
Direktur Utama PT Artajasa, M. Ma'ruf mengatakan, peningkatan transaksi terutama disebabkan oleh tingginya mobilitas masyarakat seiring telah dicabutnya kebijakan PPKM. Serta konsumsi masyarakat yang meningkat seiring dengan cairnya Tunjangan Hari Raya atau THR bagi para pekerja.
"Diperkirakan hingga libur Lebaran transaksi naik menjadi 80 hingga 90 juta transaksi lebih tinggi dari transaksi sebelumnya yang mencapai 60 juta transaksi per bulan," katanya dalam acara Jumpa Pers dan Buka Puasa Bersama 2023 di Pullman Hotel, Jakarta, pada Rabu (5/4).
"Melihat pengalaman tahun sebelumnya, biasanya terjadi kenaikan transaksi sekitar 50 persen pada tahun lalu. Sedangkan di bulan ini lebaran masih lama, tapi rata-rata transaksi sudah naik 20 persen dibandingkan dengan bulan lalu," imbuhnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur IT dan Operasional Artajasa, Teddy Sis Herdianto mengatakan lonjakan transaksi biasanya terjadi pada peak periode menjelang Idul Fitri, yakni sehari sebelum lebaran.
"Saat libur lebaran histori transaksi pasti menigkat di mana pada peak period-nya, yakni sehari sebelum lebaran. Transaksi pada momen itu bahkan paling tingggi selama 1 tahun terjadi dan itu bisa sampai 50 persen dari hari-hari normal setelah itu akan menurun meskipun kita tetap jaga karena hari libur panjang," ujar Teddy.
Teddy menjelaskan, saat ini Artajasa tidak hanya berperan dalam layanan ATM Bersama, melainkan juga debit GPN dan QRIS. Tak hanya bank, kini Artajasa pun melayani transaksi di beberapa layanan fintech.
Untuk mengantisipasi lonjakan transaksi, Artajasa mendorong bank anggota ATM Bersama untuk melakukan kegiatan capacity planning. Selain itu, menyiapkan sumber daya yang memadai, baik berupa tim teknis, monitoring serta helpdesk yang siaga 24 jam selama 7 hari.
"Kami pastikan semuanya, kita siapkan dengan sebaik-baiknya. Kita lakukan koordinasi dengan para member karena sama-sama saling membutuhkan, dari sisi fintech dan bank harus juga mempersiapkan diri," tutupnya.