
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin saat membuka Festival Jejak Jajanan Nusantara di Parkir Selatan, kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Jumat (6/3)/(Dimas Choirul/Jawapos.com).
JawaPos.com — Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, mengungkapkan, pentingnya kolaborasi semua pihak untuk mendukung pelaku Usaha, Mikro, Kecil, dan menengah (UMKM).
Hal tersebut disampaikan saat membuka Festival Jejak Jajanan Nusantara di Parkir Selatan, kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Jumat (6/3).
Menurutnya, festival ini tidak hanya menghadirkan ragam kuliner nusantara yang cocok menjadi menu berbuka puasa, tetapi juga mendorong pemanfaatan ruang-ruang strategis milik pemerintah untuk kegiatan ekonomi rakyat.
“Program utama dari Pasar 1001 Malam adalah agar seluruh sarana dan prasarana pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, BUMN, terutama kementerian lembaga yang memiliki tempat-tempat strategis dan terutama tidak berdaya fungsi dengan baik, lebih baik diserahkan kepada UMKM kita untuk tumbuh dan berkembang,” katanya.
Ia menilai masih banyak aset atau ruang publik yang tidak dimanfaatkan secara optimal, sementara pelaku usaha kecil dan koperasi sangat membutuhkan tempat untuk bertemu dengan konsumen dan memasarkan produknya.
Cak Imin menegaskan bahwa pemberdayaan ekonomi menjadi bagian dari paradigma baru dalam tata kelola pemerintahan, dengan tujuan mendorong pelaku usaha naik kelas.
“Pemberdayaan sebagai bagian dari paradigma cara kerja baru pemerintahan menuntut dorongan untuk naik kelas. Supaya kelas menengah naik kelas, kelas UMKM mikro menjadi naik kelas, menjadi menengah, dan seterusnya,” ujarnya.
Ia juga menyoroti peran besar pelaku usaha rumah tangga, khususnya ibu rumah tangga yang menjadi penggerak ekonomi keluarga. Menurutnya, kelompok ini memiliki daya tahan yang kuat dan berkontribusi langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Cak Imin turut mengapresiasi dukungan berbagai BUMN yang terlibat dalam pemberdayaan UMKM, termasuk BRI dan PNM yang dinilai konsisten mendukung pelaku ekonomi mikro dan rumah tangga.
Festival Jejak Jajanan Nusantara sendiri bakal berlangsung selama tiga hari, menghadirkan beragam kuliner tradisional, mulai dari selendang mayang, kerak telor, hingga berbagai minuman kopi kekinian. Selain menjadi ruang promosi kuliner, kegiatan ini juga diharapkan dapat melestarikan tradisi dan memperkuat ekonomi kreatif berbasis budaya.
Cak Imin berharap kegiatan serupa tidak hanya berlangsung di satu lokasi, tetapi dapat diperluas ke berbagai daerah di Indonesia dengan melibatkan lebih banyak pelaku UMKM.
“Kita ingin aset-aset publik yang strategis terutama di daerah harus terus kita manfaatkan bagi tumbuh kembangnya UMKM kita,” pungkasnya.
