Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 7 April 2024 | 18.10 WIB

Ingin Diet? Ini Kata Ahli Gizi Unesa Surabaya agar Tak Salah Kaprah dalam Menurunkan Berat Badan

Penjelasan diet dari ahli gizi Unesa./Pexels/Lisa Fotios - Image

Penjelasan diet dari ahli gizi Unesa./Pexels/Lisa Fotios

JawaPos.com - Pakar Gizi Universitas Negeri Surabaya berikan penjelasan dalam melakukan diet secara sehat dan benar.

Namun, sebelum itu Guru Besar Unesa Surabaya ini menjelaskan terkait apa yang dimaksud dengan diet.

Menurut Dosen S1 Gizi Unesa Surabaya ini, diet adalah pengaturan pola makan untuk tubuh. Oleh karenanya, diet tak selalu untuk menurunkan berat badan.

Beberapa diet dilakukan untuk mengatasi sebuah penyakit. Beberapa diet yang lainnya dilakukan untuk meningkatkan berat badan.

“Diet itu sendiri adalah pengaturan makanan untuk tubuh kita. Dan, pengaturan makanan untuk tubuh kita itu tidak melulu untuk menurunkan berat badan. Jadi, diet itu bisa untuk penyakit, bisa juga untuk meningkatkan berat badan, tergantung kebutuhannya,” tutur Rita Ismawati yang dikutip dari YouTube Kece Media by Unesa pada Minggu (7/4).

Standar diet sehat

Baginya, untuk diet dalam konteks penurunan berat badan dikatakan sehat jika dilakukan maksimal dalam satu bulan menurunkan 4kg. Jika lebih dari itu, penurunan berat badan harus diwaspadai.

“Diet untuk penurunan berat badan itu ada aturan atau standar yang harus dipenuhi, bahwa maksimal penurunan berat badan yang baik itu adalah empat kilo dalam satu bulan,” jelas dosen kelahiran Lamongan itu.

Jika dalam satu bulan menurunkan empat kilo berat badan, berarti dalam satu hari seseorang kurang lebih mengkonsumsi 1200 kkal.

“Kalau dalam satu bulan kita akan menurunkan berat badan sebanyak empat kilo dalam satu bulan, maka dalam satu hari energi yang harus dikurangi dari makanan yang kita asup itu sebanyak 1200 kilokalori. Itu sudah banyak,” lanjutnya.

Ia juga berpesan kepada mereka yang melakukan penurunan badan untuk tidak memaksakan diri di luar koridor standar yang sehat.

“Kalau lebih dari itu (1200 kkal) itu juga tidak bagus dan merupakan sebuah paksaan itu. Padahal prinsip dari diet itu adalah membuat sebuah kebiasaan, bukan paksaan,” ungkap alumni S3 Ilmu Kedokteran Unair tersebut.

Pasalnya, dalam tubuh manusia yang dibutuhkan adalah pembiasaan pola hidup sehat, bukan paksaan yang tidak sehat.

“Jadi, bagaimana tubuh kita itu menyesuaikan asupan kita, kemudian kita nantinya akan terbiasa dengan pola hidup yang sehat,” lanjutnya.

Konsultasi ke ahli sebelum diet

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore