
seseorang memerhatikan muridnya di minggu pertama sekolah / freepik
JawaPos.com - Minggu pertama sekolah adalah masa yang sangat penting, baik bagi anak maupun guru. Di balik kegiatan belajar yang tampak sederhana, guru sebenarnya sedang melakukan observasi mendalam untuk memahami karakter, kebutuhan, dan potensi setiap anak.
Menariknya, tidak semua hasil pengamatan ini disampaikan kepada orang tua—bukan karena disembunyikan, tetapi karena sifatnya yang sensitif, masih sementara, atau belum cukup kuat untuk disimpulkan.
Dalam perspektif psikologi pendidikan dan perkembangan anak, Dilansir dari Expert Editor pada Jumat (27/3), terdapat 9 hal yang diam-diam diperhatikan guru pada minggu pertama.
1. Cara Anak Mengelola Perpisahan dengan Orang Tua
Guru sangat memperhatikan bagaimana anak bereaksi saat berpisah dari orang tua di hari pertama.
Apakah anak menangis berlebihan?
Apakah ia tampak tenang tapi sebenarnya cemas?
Atau justru terlalu cuek?
Respons ini memberi gambaran tentang attachment (kelekatan emosional) anak. Anak yang sangat sulit berpisah bisa jadi memiliki kecemasan separasi, sementara yang terlalu “tidak peduli” kadang menyimpan emosi yang tidak ditunjukkan.
2. Kemampuan Bersosialisasi Awal
Guru akan mengamati:
Apakah anak mudah mendekati teman baru?
Apakah ia lebih suka menyendiri?
Apakah ia dominan atau justru pasif?
Ini berkaitan dengan temperamen dasar anak. Menurut psikologi, sifat ini bukan sekadar “pemalu” atau “ramah”, tetapi bagian dari pola kepribadian yang lebih dalam.
3. Cara Anak Mengikuti Instruksi
Di minggu pertama, guru sering memberi instruksi sederhana untuk melihat:
Apakah anak mendengarkan?
Apakah ia memahami arahan?
Apakah ia mudah terdistraksi?
Hal ini membantu guru menilai fungsi eksekutif anak—kemampuan fokus, mengingat instruksi, dan mengendalikan diri.
4. Reaksi terhadap Aturan
Setiap kelas memiliki aturan. Guru memperhatikan:
Apakah anak langsung patuh?
Apakah ia sering melanggar?
Apakah ia perlu diingatkan berkali-kali?
Dari sini terlihat kemampuan regulasi diri dan pemahaman batasan sosial.
5. Cara Anak Mengekspresikan Emosi
Guru diam-diam mencatat:
Apakah anak mudah marah?
Apakah ia menangis saat frustrasi?
Apakah ia bisa mengungkapkan perasaan dengan kata-kata?
Ini penting karena berkaitan dengan kecerdasan emosional (emotional intelligence).
6. Respons terhadap Kegagalan Kecil
Misalnya saat:
Salah menjawab
Tidak bisa menyelesaikan tugas
Kehilangan permainan
Guru melihat apakah anak:
Mudah menyerah
Mau mencoba lagi
Atau langsung frustrasi
Ini menunjukkan growth mindset vs fixed mindset yang mulai terbentuk sejak dini.
7. Tingkat Kemandirian
Hal sederhana seperti:
Membuka bekal
Pergi ke toilet
Merapikan barang
Menjadi indikator penting. Guru menilai apakah anak:
Sudah mandiri
Masih sangat bergantung
Atau pura-pura tidak bisa
Kemandirian ini sering tidak dilaporkan langsung ke orang tua kecuali menjadi masalah serius.
8. Cara Anak Mencari Perhatian
Semua anak butuh perhatian, tapi caranya berbeda:
Ada yang aktif bertanya
Ada yang berbuat nakal
Ada yang diam tapi berharap diperhatikan
Guru memperhatikan pola ini untuk memahami kebutuhan emosional anak.
9. Bahasa Tubuh yang Tidak Disadari
Yang paling jarang disadari orang tua adalah:
Kontak mata
Postur tubuh
Gerakan tangan saat cemas
Kebiasaan menggigit kuku atau menarik baju
Bahasa tubuh ini sering lebih jujur daripada kata-kata, dan memberi petunjuk tentang kondisi psikologis anak yang sebenarnya.
Kenapa Guru Tidak Selalu Mengungkapkan Semua Ini?
Menurut psikologi pendidikan, ada beberapa alasan:
Observasi masih tahap awal (belum valid)
Tidak ingin membuat orang tua khawatir berlebihan
Menunggu pola yang lebih konsisten
Fokus pada adaptasi anak terlebih dahulu
Guru biasanya baru akan menyampaikan jika:
Pola tersebut berlanjut
Mulai mengganggu proses belajar
Membutuhkan intervensi bersama orang tua
Penutup
