Logo JawaPos
Author avatar - Image
29 Maret 2026, 14.07 WIB

9 Hal yang Diperhatikan Guru Tentang Anak Anda di Minggu Pertama yang Mungkin Tidak Akan Pernah Mereka Ceritakan Menurut Psikologi

seseorang memerhatikan muridnya di minggu pertama sekolah / freepik - Image

seseorang memerhatikan muridnya di minggu pertama sekolah / freepik

JawaPos.com - Minggu pertama sekolah adalah masa yang sangat penting, baik bagi anak maupun guru. Di balik kegiatan belajar yang tampak sederhana, guru sebenarnya sedang melakukan observasi mendalam untuk memahami karakter, kebutuhan, dan potensi setiap anak.

Menariknya, tidak semua hasil pengamatan ini disampaikan kepada orang tua—bukan karena disembunyikan, tetapi karena sifatnya yang sensitif, masih sementara, atau belum cukup kuat untuk disimpulkan.

Dalam perspektif psikologi pendidikan dan perkembangan anak, Dilansir dari Expert Editor pada Jumat (27/3), terdapat 9 hal yang diam-diam diperhatikan guru pada minggu pertama.

1. Cara Anak Mengelola Perpisahan dengan Orang Tua

Guru sangat memperhatikan bagaimana anak bereaksi saat berpisah dari orang tua di hari pertama.

Apakah anak menangis berlebihan?
Apakah ia tampak tenang tapi sebenarnya cemas?
Atau justru terlalu cuek?

Respons ini memberi gambaran tentang attachment (kelekatan emosional) anak. Anak yang sangat sulit berpisah bisa jadi memiliki kecemasan separasi, sementara yang terlalu “tidak peduli” kadang menyimpan emosi yang tidak ditunjukkan.

2. Kemampuan Bersosialisasi Awal

Guru akan mengamati:

Apakah anak mudah mendekati teman baru?
Apakah ia lebih suka menyendiri?
Apakah ia dominan atau justru pasif?

Ini berkaitan dengan temperamen dasar anak. Menurut psikologi, sifat ini bukan sekadar “pemalu” atau “ramah”, tetapi bagian dari pola kepribadian yang lebih dalam.

3. Cara Anak Mengikuti Instruksi

Di minggu pertama, guru sering memberi instruksi sederhana untuk melihat:

Apakah anak mendengarkan?
Apakah ia memahami arahan?
Apakah ia mudah terdistraksi?

Hal ini membantu guru menilai fungsi eksekutif anak—kemampuan fokus, mengingat instruksi, dan mengendalikan diri.

4. Reaksi terhadap Aturan

Setiap kelas memiliki aturan. Guru memperhatikan:

Apakah anak langsung patuh?
Apakah ia sering melanggar?
Apakah ia perlu diingatkan berkali-kali?

Dari sini terlihat kemampuan regulasi diri dan pemahaman batasan sosial.

5. Cara Anak Mengekspresikan Emosi

Guru diam-diam mencatat:

Apakah anak mudah marah?
Apakah ia menangis saat frustrasi?
Apakah ia bisa mengungkapkan perasaan dengan kata-kata?

Ini penting karena berkaitan dengan kecerdasan emosional (emotional intelligence).

6. Respons terhadap Kegagalan Kecil

Misalnya saat:

Salah menjawab
Tidak bisa menyelesaikan tugas
Kehilangan permainan

Guru melihat apakah anak:

Mudah menyerah
Mau mencoba lagi
Atau langsung frustrasi

Ini menunjukkan growth mindset vs fixed mindset yang mulai terbentuk sejak dini.

7. Tingkat Kemandirian

Hal sederhana seperti:

Membuka bekal
Pergi ke toilet
Merapikan barang

Menjadi indikator penting. Guru menilai apakah anak:

Sudah mandiri
Masih sangat bergantung
Atau pura-pura tidak bisa

Kemandirian ini sering tidak dilaporkan langsung ke orang tua kecuali menjadi masalah serius.

8. Cara Anak Mencari Perhatian

Semua anak butuh perhatian, tapi caranya berbeda:

Ada yang aktif bertanya
Ada yang berbuat nakal
Ada yang diam tapi berharap diperhatikan

Guru memperhatikan pola ini untuk memahami kebutuhan emosional anak.

9. Bahasa Tubuh yang Tidak Disadari

Yang paling jarang disadari orang tua adalah:

Kontak mata
Postur tubuh
Gerakan tangan saat cemas
Kebiasaan menggigit kuku atau menarik baju

Bahasa tubuh ini sering lebih jujur daripada kata-kata, dan memberi petunjuk tentang kondisi psikologis anak yang sebenarnya.

Kenapa Guru Tidak Selalu Mengungkapkan Semua Ini?

Menurut psikologi pendidikan, ada beberapa alasan:

Observasi masih tahap awal (belum valid)
Tidak ingin membuat orang tua khawatir berlebihan
Menunggu pola yang lebih konsisten
Fokus pada adaptasi anak terlebih dahulu

Guru biasanya baru akan menyampaikan jika:

Pola tersebut berlanjut
Mulai mengganggu proses belajar
Membutuhkan intervensi bersama orang tua
Penutup

Minggu pertama sekolah bukan sekadar masa perkenalan, tetapi fase penting bagi guru untuk “membaca” anak secara psikologis. Banyak hal yang diam-diam diamati—bukan untuk menghakimi, melainkan untuk membantu anak berkembang dengan cara terbaik.***
Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore