
Direktur Utama BRIDS Laksono Widodo (empat dari kanan) dan pejabat lain dalam grand launching fitur BRIGHTS dan market outlook 2nd half 2025 di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (3/7). (Agas Putra/JP)
JawaPos.com - Prospek perekonomian global nampaknya bakal membaik di semester II 2025. Sejalan dengan meredanya tensi perang dagang AS-Tiongkok. PT BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) menguatkan layanan digital di segmen ritel untuk mendorong peningkatan jumlah nasabah baru, transaksi harian, serta pertumbuhan asset under management (AUM).
Direktur Utama BRIDS Laksono Widodo meyakini, situasi semester II 2025 akan lebih baik. Arah kebijakan The Federal Reserve (The Fed) kemungkinan besar akan menurunkan suku bunga acuannya. Di sisi lain, nilai tukar rupiah semakin membaik lantaran dolar Amerika Serikat (AS) alias USD yang juga melemah.
"Semoga tidak ada yang aneh-aneh lagi. Presiden (AS Donald) Trump juga tidak ngomong yang memicu perang lagi. Jadi mestinya begitu," ungkap Laksono usai grand launching fitur BRIGHTS dan market outlook 2nd half 2025 di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (3/7).
Segmen ritel, lanjut dia, menjadi harapan BRIDS. Didukung oleh penguatan ekosistem digital PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) sebagai perusahaan induk. Di sisi lain, memang transaksi dari institusi domestik itu sejak 1,5 tahun ini turun banyak.
"Mungkin banyak alternatif investasi lain. SRBI (Sekuritas Rupiah Bank Indonesia) juga jadi favorit karena suku bunga masih tinggi. Jadi mudah-mudahan kalau suku bunga sudah mulai menurun, biasanya pasar ekuitas juga berbaling terbalik kan. Suku bunga turun, pasar ekuitas naik," bebernya.
Laksono mengatakan, jumlah investor ritel BRIDS saat ini mencapai 315 ribu nasabah dengan nilai transaksi rata-rata Rp 175 miliar per hari. Tahun ini, dia menargetkan akuisisi nasabah baru hingga 30 persen dengan rata-rata nilai transaksi harian mencapai Rp 300 miliar per hari. Selain itu, juga mendongkrak pertumbuhan AUM reksa dana perusahaan sebanyak 150 persen.
"Dari Rp 400 miliar di 2024 menjadi Rp 1 triliun pada akhir 2025," ungkapnya.
Data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) hingga Mei 2025 menunjukkan, jumlah investor saham dan reksa dana masing-masing mencatatkan pertumbuhan menjadi 7 juta dan 15,6 juta. Naik sekitar 22 persen dan 25 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Reksa dana masih mendominasi jumlah single investor identification (SID) di Indonesia dengan total 16,5 juta.
BRIDS juga tengah bersiap untuk menghantarkan tiga perusahaan melantai di bursa. Ketiga perusahaan itu berasal dari sektor manufaktur, kesehatan, dan logistik. "Mudah-mudahan bisa di kuartal IV tahun ini. Nilai target IPO (initial public offering) antara Rp 200 sampai 300 miliar per satu korporasi," ujar Laksono.
Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik menyatakan, pengembangan teknologi digital terus dilakukan oleh anggota bursa. Khususnya untuk memudahkan transaksi investor ritel. Mengingat, kontribusi segmen tersebut mencapai 42 persen dari rata-rata nilai transaksi harian senilai Rp 13,2 triliun.
"Jadi (investor) ritel yang besar dan kuat akan menjadi pondasi yang sangat baik bagi pertumbuhan pasar modal tanah air ke depan," ucap Jeffrey.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
