Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 4 Juli 2025 | 00.59 WIB

BRIDS Fokus Akuisisi Nasabah Ritel Baru, Target AUM Tembus Rp 1 Triliun

Direktur Utama BRIDS Laksono Widodo (empat dari kanan) dan pejabat lain dalam grand launching fitur BRIGHTS dan market outlook 2nd half 2025 di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (3/7). (Agas Putra/JP) - Image

Direktur Utama BRIDS Laksono Widodo (empat dari kanan) dan pejabat lain dalam grand launching fitur BRIGHTS dan market outlook 2nd half 2025 di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (3/7). (Agas Putra/JP)

JawaPos.com - Prospek perekonomian global nampaknya bakal membaik di semester II 2025. Sejalan dengan meredanya tensi perang dagang AS-Tiongkok. PT BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) menguatkan layanan digital di segmen ritel untuk mendorong peningkatan jumlah nasabah baru, transaksi harian, serta pertumbuhan asset under management (AUM).

Direktur Utama BRIDS Laksono Widodo meyakini, situasi semester II 2025 akan lebih baik. Arah kebijakan The Federal Reserve (The Fed) kemungkinan besar akan menurunkan suku bunga acuannya. Di sisi lain, nilai tukar rupiah semakin membaik lantaran dolar Amerika Serikat (AS) alias USD yang juga melemah.

"Semoga tidak ada yang aneh-aneh lagi. Presiden (AS Donald) Trump juga tidak ngomong yang memicu perang lagi. Jadi mestinya begitu," ungkap Laksono usai grand launching fitur BRIGHTS dan market outlook 2nd half 2025 di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (3/7).

Segmen ritel, lanjut dia, menjadi harapan BRIDS. Didukung oleh penguatan ekosistem digital PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) sebagai perusahaan induk. Di sisi lain, memang transaksi dari institusi domestik itu sejak 1,5 tahun ini turun banyak.

"Mungkin banyak alternatif investasi lain. SRBI (Sekuritas Rupiah Bank Indonesia) juga jadi favorit karena suku bunga masih tinggi. Jadi mudah-mudahan kalau suku bunga sudah mulai menurun, biasanya pasar ekuitas juga berbaling terbalik kan. Suku bunga turun, pasar ekuitas naik," bebernya.

Laksono mengatakan, jumlah investor ritel BRIDS saat ini mencapai 315 ribu nasabah dengan nilai transaksi rata-rata Rp 175 miliar per hari. Tahun ini, dia menargetkan akuisisi nasabah baru hingga 30 persen dengan rata-rata nilai transaksi harian mencapai Rp 300 miliar per hari. Selain itu, juga mendongkrak pertumbuhan AUM reksa dana perusahaan sebanyak 150 persen.

"Dari Rp 400 miliar di 2024 menjadi Rp 1 triliun pada akhir 2025," ungkapnya.

Data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) hingga Mei 2025 menunjukkan, jumlah investor saham dan reksa dana masing-masing mencatatkan pertumbuhan menjadi 7 juta dan 15,6 juta. Naik sekitar 22 persen dan 25 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Reksa dana masih mendominasi jumlah single investor identification (SID) di Indonesia dengan total 16,5 juta.

BRIDS juga tengah bersiap untuk menghantarkan tiga perusahaan melantai di bursa. Ketiga perusahaan itu berasal dari sektor manufaktur, kesehatan, dan logistik. "Mudah-mudahan bisa di kuartal IV tahun ini. Nilai target IPO (initial public offering) antara Rp 200 sampai 300 miliar per satu korporasi," ujar Laksono.

Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik menyatakan, pengembangan teknologi digital terus dilakukan oleh anggota bursa. Khususnya untuk memudahkan transaksi investor ritel. Mengingat, kontribusi segmen tersebut mencapai 42 persen dari rata-rata nilai transaksi harian senilai Rp 13,2 triliun.

"Jadi (investor) ritel yang besar dan kuat akan menjadi pondasi yang sangat baik bagi pertumbuhan pasar modal tanah air ke depan," ucap Jeffrey.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore