Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 27 November 2016 | 22.18 WIB

Pendarahan Otak, Balita Korban Penganiayaan di Bogor Meninggal Dunia

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Bocah tiga tahun  berinisial YR meninggal dunia diduga karena penyiksaan orang terdekatnya. Korban meninggal di RS Sentra Medika, Cibinong, Jumat (25/11), pukul 02.00 WIB pagi.



Korban mengalami luka lebam di sekujur tubuh, dan pendarahan otak. Kisah pilu bocah asal Kampung Momonot, Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, itu menjadi sorotan Kapolres Bogor AKBP Andi M Dicky Pastika Gading.



Andi berjanji akan mengusut kasus ini, dan menyeret pelaku penganiayaan ke dalam penjara. Bahkan dia menerapkan laporan khusus model A (laporan oleh penyidik polisi, bukan pihak luar, red), untuk mengusut kasus ini.



“Penyidik akan segera gelar perkara. Yang jelas polisi masih terus menyelidiki. Karena tak ada pelapor, kami inisiatif menggunakan laporan polisi model A,” tegasnya.



Penyidik, kata dia, masih mendalami keterangan saksi-saksi untuk menetapkan tersangka dalam kasus ini. Keterangan itu akan disesuaikan dengan fakta-fakta yang ditemukan dari hasil autopsi.



Sejauh ini, orangtua korban membantah adanya penganiayaan terhadap anaknya. Orang tua menyebut penyebab memar karena YR jatuh di kamar mandi.



Setelah mendapat kabar duka itu, Radar Bogor (Jawa Pos Group) menyambangi kediaman korban di Kampung Momonot, Gunung Putri, sekitar pukul 10.00 WIB kemarin. Namun tak ada aktivitas berarti di rumah korban.



Menurut keterangan tetangga, pintu rumah tertutup rapat sedari pagi. Saat wartawan mengetuk pintu, datang dua laki-laki yang mengaku keluarga pemilik rumah. “Nggak tahu, nggak tahu. Cuma antar motor,” tutur pria bernama Aldo, saat ditanyai.



Istri ketua RW setempat, Rumini, mengaku mendapat kabar bahwa korban meninggal dari polisi. Namun mereka tidak mengetahui kelanjutan kasus di balik meninggalnya bocah berkulit putih itu. Rumini, mewakili warga, mengaku sangat sedih atas kepergian YR.



“Anaknya baik, penurut, hanya sedikit cengeng,” tuturnya.



Momen terakhir ia mendengar suara YR, adalah Rabu (23/11) pagi. Terdengar dari luar rumah, YR sedang diajari melafalkan huruf-huruf alfabet. Tak berapa lama, terdengar suara keras seperti pukulan, disusul tangis kencang YR. (fdm/yuz/JPG)

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore