
Kondisi permukiman warga dan sarana publik pascabanjir bandang menerjang Kabupaten Agam, Sabtu (11/5) malam. (Foto: BPBD Kabupaten Agam)
JawaPos.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan korban banjir lahar Gunung Marapi di Sumatera Barat yang berdampak di lima kabupaten bertambah sebanyak enam orang.
Jumlah tersebut menjadikan total korban yang tercatat sebanyak 50 orang.
Mengutip Antara, jumlah tersebut didasarkan pada laporan yang diterima oleh Kepala BNPB, Suharyanto, Selasa (14/5).
Ia menyebutkan total korban tersebut berasal dari Kota Padang Panjang sebanyak dua orang meninggal dunia, Kabupaten Agam 20 orang, Kabupaten Tanah Datar 19 orang, Kota Padang satu orang, serta Kabupaten Padang Pariaman delapan orang.
Selain itu, ia juga menyampaikan terdapat laporan orang hilang sebanyak 27 orang, luka—luka 37 orang, dan 3.396 orang mengungsi.
“Kami akan tetap upayakan mencari sampai ketemu apabila ada pihak keluarga atau ahli waris yang minta tetap dicarikan meski di luar masa 6x24 jam ya sebagai aparat kita harus lakukan," ujarnya.
Penanganan bencana ini pun juga memastikan memprioritaskan keselamatan masyarakat korban bencana, seperti kebutuhan pokok dan penunjang lainnya yang dikirimkan melalui darat maupun udara.
Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, mengatakan, terdapat potensi banjir lahar hujan susulan Gunung Marapi yang lebih besar.
Hal ini disebabkan masih tingginya potensi hujan berintensitas sedang, lebat hingga sangat lebat dalam seminggu mendatang.
“Hujan tidak perlu lebat tapi sedang pun juga bisa menyapu material lahar Gunung Marapi yang juga dikhawatirkan masih tebal, sisa erupsi beberapa waktu lalu," ucapnya.
BMKG pun mengkhawatirkan adanya material besar yang terbawa di aliran lahar Gunung Marapi yang menjangkau pemukiman penduduk.
"Karena permukaan sungai ini sudah penuh oleh endapan dari banjir lahar fase sebelumnya maka potensi menjangkau ke kampung-kampung juga besar," katanya
Dwikorita memastikan pihaknya akan selalu melaporkan kondisi cuaca setiap hari dan segera menerbitkan informasi peringatan dini bencana dengan ketepatan tiga jam ke depan sebelum kejadian.
Sehingga diharapkan masyarakat dan petugas gabungan biasa mengambil langkah cepat evakuasi diri.
"Rekomendasi kami untuk segeralah mengamankan zona-zona rawan wilayah pemukiman, jalan, jembatan, karena bencana susulan sangat mungkin terjadi kalau masih hujan," pungkasnya.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
