
Petugas Dinkes sedang menguji kandungan zat kimia berbahaya dalam takjil di Tulungagung. (MATLAUL NGAINUL AZIZ/RADAR TULUNGAGUNG)
JawaPos.com - Dalam sidak takjil yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung pada Selasa (26/3), ditemukan takjil mengandung bahan kimia berbahaya seperti borax, rhodamin B dan formalin.
Dalam sidak tersebut, Apoteker Ahli Muda, Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung, Rinta Nantasari mengatakan bahwa ada 20 sampel takjil yang dijual di empat lokasi di Kelurahan Kepatihan Kecamatan/Kabupaten Tulungagung.
Sebanyak 20 sampel itu kemudian dilakukan uji cepat (rapid test) untuk mengetahui kandungan yang ada di dalam makanan maupun minuman takjil yang dijual di tempat tersebut.
"Kami mengambil 20 sampel makanan dan minuman pada penjual takjil yang ada di Kelurahan Kepatihan Kecamatan/Kabupaten Tulungagung," kata Rinta seperti dikutip dari Radar Tulungagung (Jawa Pos Group), Rabu (27/3).
Berdasarkan hasil uji cepat, terdapat setidaknya tiga jenis makanan takjil yang mengandung bahan kimia berbahaya.
"Hasilnya ada 3 takjil yang mengandung bahan kimia berbahaya," sambungnya.
Bahan kimia berbahaya tersebut diketahui berada pada makanan jenis kerupuk yang mengandung rhodamin B dan sate bekicot mengandung formalin.
Setelah adanya penemuan bahan berbahaya pada makanan tersebut, Rinta mengaku bahwa pihaknya akan memberikan sosialisasi kepada para penjual takjil agar berhati-hati saat memasarkan dagangannya.
Terutama pada makanan yang dicurigai mengandung bahan kimia karena sangat berbahaya apabila dikonsumsi.
"Kami hanya menemukan makanan yang mengandung Rhodamin B dan Formalin saja. Langkah selanjutnya selain sosialisasi, kami juga akan menegur produsen krupuk yang sudah memiliki nomor PIRT," ujarnya.
Ia juga mengatakan bahwa sebenarnya masyarakat dapat mendeteksi secara mandiri makanan atau minuman yang dicurigai mengandung bahan kimia berbahaya.
Misalnya pada makanan yang mengandung rhodamin b biasanya memiliki warna yang mencolok dan berbintik. Sedangkan makanan yang mengandung borax memiliki tekstur yang lebih kenyal.
Sementara itu untuk makanan yang mengandung formalin biasanya terdapat pada makanan dengan protein tinggi dan sulit diawetkan.
"Kalau formalin ini biasanya ada pada makanan yang berprotein tinggi, seperti bekicot maupun ikan. Ciri-cirinya ada bau formalinnya dan tidak mudah hancur saat terpapar suhu ruangan dan awet lebih dari satu hari," ungkapnya.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
